Jakarta -Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir mengatakan, demontrasi 4 November kemarin tidak akan ricuh dan akan sesuai dengan jam yang ditentukan pada pukul 18.00 WIB. Namun semuanya berubah karena ada tuntutan massa yang tidak dipenuhi Istana.
"Unjuk rasa yang melebihi pukul 18.00 itu karena perundingan delegasi massa dengan pihak Istana tidak berjalan dengan baik," ujarnya. Perundingan, kata dia, dimulai dengan aspirasi juru runding GNPF-MUI untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo tetapi tidak dipenuhi Istana dan hanya ditemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, massa tetap dapat menahan diri untuk tidak ricuh.Ketika terjadi kericuhan, katanya, saat dalam proses perundingan ada seorang pria berbaju batik dan kaus putih hitam melakukan provokasi yang diikuti penembakan gas air mata. Kericuhan kecil, kata dia, sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang terprovokasi dengan barikade polisi.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Demo besar Jakarta FPI


























