James Mattis
Tehran - Menteri Pertahanan James Mattis akan mundur dari jabatannya pada akhir Februari. Selain alasan pensiun, ternyata pria itu mengaku tak satu padangan dengan Presiden Donald Trump.
Lewat sebuh surat, Mattis mengakakan, Trump memiliki hak memiliki seorang Menteri Pertahanan yang pandangannya lebih selaras dengan pandangannya.
"Kepercayaan inti yang dipegangnya sejak lama adalah bahwa kekuatan kita sebagai bangsa tidak dapat dipisahkan dari kekuatan sistem aliansi dan kemitraan kita yang unik dan komprehensif," kata Mattis dalam surat tersebut.
Tanpa mempertahankan aliansi-aliansi itu, lanjut Mattis, "Kita tidak dapat melindungi kepentingan kita atau melayani peran "negara yang sangat diperlukan dalam dunia bebas."
Trump sering mengecam sekutu-sekutu Amerika di Perancis, Inggris, Kanada, dan Jerman, sementara kadang-kadang tampak memihak musuh-musuh AS atas para pejabatnya sendiri. "Pandangan saya perlunya memperlakukan sekutu dengan hormat," kata Mattis.
Surat pengunduran diri Mattis, yang menurut juru bicara Pentagon diserahkan langsung kepada presiden pada Kamis sore, beberapa setelah rencana kontroversial Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah.Pengumuman Trump pada Rabu (19/12) itu akan menarik lebih dari 2.000 anggota layanan AS ke luar negeri, mengakhiri strategi darat melawan Islamic State Iraq and Syria (ISIS)."Kami telah mengalahkan ISIS di Suriah, satu-satunya alasan saya berada di sana (Suriah)," kata Trump lewat akun Twitternya pada hari yang sama ia mengumkan penarikan pasukan AS di wilayah tersebut.
Langkah itu disambut dengan kritik pedas dari sejumlah sekutu Trump yang biasa di Kongres. Namun Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, Trump sudah membuat langkah yang benar, karena pasukan AS tidak memiliki hak hukum berada di Suriah.Pada Kamis malam, para pejabat pertahanan mengatakan kepada NBC News bahwa Gedung Putih memerintahkan Pentagon untuk memeriksa rencana penarikan pasukan dari Afghanistan.Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Donald Trump Amerika Serikat Suriah























