Jum'at, 17/04/2026 15:07 WIB

Membawa Gaya Street Wear ke Panggung Runaway





Pada koleksi bertajuk Exit Ordinary tampak motif-motif kotak besar sebagai pengingat era 1990-an.

Pada koleksi bertajuk Exit Ordinary tampak motif-motif kotak besar sebagai pengingat era 1990-an (Foto: Ecka Pramita)

Jakarta - Kolaborasi Project X dan Rigio dalam kesempatan pekan mode pria 2018 lalu membawa perspektif baru streetwear dengan menghadirkan gaya jalanan 1980-1990-an.

Terinspirasi dari gaya fashion era 80 dan 90an, Project x Rigio berhasil menampilkan 15 looks berbahan dasar denim yang disulap ke berbagai gaya yang unik dan nyentrik.

Creative Director Rigio Sergio Berlino mengatakan rancangan kali ini ready to wear dengan menggambarkan mode yang mewakili segala lapisan profesi.

Hustler merepresentasikan 15 orang yang tinggal di metropolitan dengan berbagai macam profesi, ada yang pake baju montir, homeless, musisi, model, artis hingga bisnisman.

"Walaupun background beda tapi objeknya sama. Se-simple itu," ucap Sergio. "Fashion its about perspective and identity. Menurut kita kalo kita bisa men-deliver mode dengan personality secara baik, buat saya itu sukses," lanjut Sergio.

Produk unisex ini berfokus pada gaya fashion orang Asia. Dimana kesan casual dan sporty tetap diutamakan agar nyaman dipakai di segala kegiatan. Selain itu kesan mewah juga nampak dari penggunaan bahan seperti denim, tulle, dan linen.

Executive dan Creative Director Rigio Riza Rinaldi menjelaskan daya tarik koleksi anyar ini ada pada layering, warna, dan kain lembut bergaya Asia.

Wujudnya ialah penggunaan kameja setengah lengan yang dipadukan dengan baju lengan panjang, baju kulit hitam yang dipadukan pula dengan sweter bertudung.

"Koleksi ini menginspirasi pemuda untuk percaya diri di tengah hiruk pikuk jalanan dan gigih terhadap impian mereka," tukas Riza. 

KEYWORD :

Denim Street Wear Rigio




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :