Ilustrasi gadis di penjara (foto: anadolu)
Ankara - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengungkapkan, sebanyak 5.900 warga Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara Israel.
Lewat sebuah pernyataan, anggota Komite Eksekutif PLO, Hanan Ashrawi mengatakan, diperkirakan hampir 5.900 warga Palestina, termasuk 291 anak-anak berada di penjara-penjara Israel.
Pernyataan itu menyusul remaja yang menjadi ikon perlawanan Palestina, Ahed al-Tamimi, dan ibunya dibebaskan oleh otoritas Israel setelah ditahan selama delapan bulan.
"Israel terus-menerus melanggar hak-hak tahanan Palestina, sementara komunitas internasional menutup mata terhadap pelanggaran dan perlakuan yang tak manusiawi," tegas Ashrawi, dilansir Anadolu, Senin (30/7).
Al-Tamimi menjadi ikon perjuangan Palestina setelah rekaman saat dia menampar seorang tentara Israel yang menangkap saudara laki-lakinya beredar luas di media sosial.
Pasukan Israel menangkap al-Tamimi pada Desember 2017, dan menjatuhi hukuman penjara kepadanya dengan tuduhan "menyerang" tentara.
Basaksehir Municipality Istanbul telah menganugerahi al-Tamimi Hanzala Courage Award karena berani menentang pasukan pendudukan Israel.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Israel Palestina PLO

























