Senin, 08/06/2026 14:32 WIB

Israel Tutup Akses Bantuan ke Gaza Usai Serangan Rudal Iran





Otoritas Israel memutuskan menutup seluruh jalur penyeberangan menuju Jalur Gaza dan menghentikan sementara pengiriman bantuan kemanusiaan.

Otoritas Israel memutuskan menutup seluruh jalur penyeberangan menuju Jalur Gaza dan menghentikan sementara pengiriman bantuan kemanusiaan usai serangan rudal dari Iran (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - Otoritas Israel memutuskan menutup seluruh jalur penyeberangan menuju Jalur Gaza dan menghentikan sementara pengiriman bantuan kemanusiaan menyusul serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (8/6) oleh Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) dikutip dari Anadolu, unit yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Israel.

Langkah itu diambil sebagai bagian dari pengetatan keamanan setelah serangan rudal balistik Iran.

Berdasarkan laporan media Israel, seluruh akses utama menuju Gaza, termasuk Penyeberangan Kerem Shalom dan Rafah, ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

COGAT menyatakan kebijakan tersebut tidak akan berdampak pada kondisi kemanusiaan di Gaza.

Menurut mereka, pasokan bantuan yang telah masuk sejak diberlakukannya gencatan senjata dinilai telah mencukupi kebutuhan penduduk setempat.

Mereka mengeklaim jumlah makanan yang masuk ke Gaza sejak gencatan senjata berlaku telah jauh melampaui kebutuhan nutrisi warga berdasarkan standar yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski demikian, sejumlah organisasi kemanusiaan Palestina maupun internasional terus menyuarakan kekhawatiran terkait kondisi di Gaza.

Mereka menilai krisis pangan dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut masih menjadi persoalan serius.

Pejabat Palestina juga menuduh Israel belum sepenuhnya menjalankan kewajiban dalam kesepakatan gencatan senjata.

Salah satu poin yang disorot adalah akses masuk bantuan, termasuk bahan makanan, perlengkapan medis, kebutuhan tempat tinggal sementara, serta material untuk proses rekonstruksi.

Sementara itu, data yang dirilis otoritas Palestina menyebutkan konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di Gaza. Sebagian besar korban dilaporkan berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan sejak Oktober 2025, situasi keamanan di lapangan masih belum sepenuhnya stabil.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan serangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir masih menyebabkan korban tewas dan luka di kalangan warga Palestina.

Penutupan jalur penyeberangan terbaru ini diperkirakan akan kembali meningkatkan perhatian dunia internasional terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza, terutama terkait distribusi bantuan bagi warga yang terdampak konflik berkepanjangan.

KEYWORD :

Pemerintah Israel Jalur Gaza Rudal Iran Akses Bantuan Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :