Senin, 08/06/2026 14:32 WIB

Trump Larang Netanyahu Balas Rudal Iran demi Muluskan Negosiasi





Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, AS, 29 September 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan rudal Iran, demi menjaga kelangsungan negosiasi damai yang sedang berjalan.

Langkah ini diambil setelah militer Iran meluncurkan salvo rudal ke target-target strategis Israel sebagai aksi balasan atas serangan udara yang menghantam pinggiran kota Beirut.

Dikutip dari Reuters pada Senin (8/6), ketegangan baru ini mencuat tak lama setelah Israel menggempur wilayah Lebanon untuk pertama kalinya sejak Washington mengumumkan draf rencana gencatan senjata pekan lalu.

Pihak Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan target serangan udara mereka adalah pangkalan udara Ramat David di dekat Nazareth, sementara militer Israel mengonfirmasi telah mengidentifikasi dan mencegat rudal-rudal tersebut menggunakan sistem pertahanan mereka.

“Israel sudah melakukan serangannya dan Iran sudah melakukan serangannya. Kita tidak butuh serangan lain. Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan final dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan itu hancur karena apa yang terjadi sekarang,” kata Trump.

Melalui sambungan telepon, Donald Trump mendesak Netanyahu untuk menahan diri dari tindakan pembalasan agar tidak merusak momentum diplomasi. Dalam wawancara terpisah dengan Financial Times, Trump bahkan menegaskan bahwa Netanyahu tidak memiliki pilihan lain selain menerima kesepakatan apapun yang dicapai antara Washington dan Teheran karena pihak AS yang memegang kendali penuh atas keputusan diplomatik tersebut.

Namun, seorang sumber internal Israel menyatakan kepada Reuters bahwa Tel Aviv tetap berencana melakukan aksi balasan. Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menyebut pasukan mereka akan bergerak dengan penuh tekad begitu perintah penyerangan diberikan.

Tensi regional ini berkembang di tengah situasi perang yang mandek sejak awal April, setelah AS dan Israel menghentikan serangan ke Iran sementara Teheran memblokade jalur pengapalan minyak di Selat Hormuz.

Negosiasi yang sedang diupayakan saat ini bertujuan untuk membuka kembali selat tersebut, dengan syarat dari pihak Trump agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir melalui ketentuan yang lebih ketat dari kesepakatan tahun 2015.

Sementara itu, Teheran menuntut pencabutan sanksi internasional, pengakuan atas kendali mereka di Selat Hormuz, serta pembebasan miliaran dolar aset mereka yang dibekukan sebagai prasyarat mutlak perdamaian.

KEYWORD :

Negosiasi Damai AS-Iran Perang AS vs Iran Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :