Senin, 08/06/2026 16:08 WIB

DPR Dorong Kemenperin Perkuat Rupiah Lewat Inovasi Industri





Jangan sampai situasi global membuat orang-orang yang memiliki uang dalam dunia usaha justru menarik dananya untuk membeli dolar AS.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghadirkan berbagai inovasi baru di sektor industri guna memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Saleh dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Menurut Saleh, dinamika global yang terjadi saat ini tidak boleh memicu kepanikan pelaku usaha hingga mendorong perpindahan aset ke mata uang dolar AS. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan permintaan dolar dan menekan nilai tukar rupiah.

“Jangan sampai situasi global membuat orang-orang yang memiliki uang dalam dunia usaha justru menarik dananya untuk membeli dolar AS. Akibatnya yang terjadi adalah kenaikan kurs dolar,” ujar Saleh.

Untuk itu, dia mendorong Kemenperin menyusun berbagai langkah strategis dan inovatif dalam pengembangan sektor industri nasional. Menurutnya, penguatan industri merupakan kunci untuk memperkokoh daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Saleh menegaskan, negara dengan sektor industri yang maju umumnya memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi. Karena itu, Indonesia harus terus mengarahkan pembangunan ekonomi pada penguatan sektor manufaktur dan industri.

“Indonesia harus mengarah pada kemajuan industri. Karena itu kami berharap Kemenperin dapat menjelaskan peta jalan pengembangan industri ke depan sehingga basis ekonomi nasional semakin kuat,” katanya.

Selain itu, Saleh juga menyoroti penggunaan anggaran Kemenperin yang menurutnya perlu lebih diarahkan untuk mendorong lahirnya industri baru serta berbagai inovasi di sektor industri.

Dia mengapresiasi besarnya alokasi anggaran untuk pengembangan Politeknik Perindustrian yang berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia.

Namun demikian, menurutnya, penguatan SDM perlu dibarengi dengan dukungan anggaran yang memadai bagi program-program pengembangan industri di direktorat jenderal lainnya.

“Politeknik Perindustrian memang sangat penting untuk menyiapkan SDM. Tetapi itu juga harus ditunjang dengan anggaran-anggaran lain yang dapat mendorong terciptanya industri baru dan inovasi industri,” ujar Saleh.

Komisi VII DPR RI, lanjut dia, berkomitmen mendukung berbagai kebijakan yang mampu memperkuat sektor industri nasional sebagai salah satu instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VII Saleh Daulay Kemenperin RI inovasi industri penguatan rupiah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :