Ilustrasi serangan rudal Iran ke Israel (Foto: Reuters)
Tel Aviv, Jurnas.com - Militer Israel mendeteksi gelombang kedua rudal yang diluncurkan dari Iran pada Senin (8/6), dan segera mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk melakukan intersepsi di tengah eskalasi dan upaya perundingan perdamaian.
"Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer Israel dikutip dari Arab News.
Serangan balasan ini terjadi setelah Israel pada Senin dini hari menggempur sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran. Langkah tersebut tetap diambil meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut.
Media lokal di Iran melaporkan bahwa proyektil Israel menghantam sebuah perusahaan petrokimia di Mahshahr, wilayah barat daya negara tersebut.
"Musuh Zionis telah melakukan serangan udara terhadap Perusahaan Petrokimia Karoon di Mahshahr," demikian keterangan media lokal di Telegram, mengutip seorang pejabat penegak hukum setempat.
Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan udara Nevatim, Tel Nof, dan Ramat David di dekat Nazareth.
"Operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas serangan rudal yang diluncurkan oleh rezim Zionis terhadap beberapa situs radar di tiga tempat berbeda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan resmi.
Militer AS Kembali Tembak Jatuh Dua Drone Iran
Beberapa jam sebelum eskalasi terbaru ini pecah, Trump menegaskan bahwa saling serang antara Israel dan Iran tidak akan menggagalkan upaya diplomasi pemerintahannya dengan Teheran. Dia juga menekankan bahwa posisi AS berada di atas kendali sepihak Tel Aviv.
Trump diketahui terus menekan Israel agar menghentikan serangan di Lebanon demi membuka ruang bagi kesepakatan besar yang dapat mengakhiri perang yang lebih luas dengan Iran. Bahkan, Trump sempat menegur Netanyahu dengan kata-kata kasar dalam panggilan telepon minggu lalu.
Namun, ketegangan justru memuncak sejak Minggu kemarin ketika Israel meluncurkan serangan di wilayah Beirut untuk pertama kalinya sejak AS mengumumkan rencana gencatan senjata di Lebanon.
Iran kemudian membalas dengan menembakkan salvo rudal, sebuah tindakan yang sempat dikhawatirkan dapat membahayakan pembicaraan damai AS-Iran. Kendati demikian, Trump tetap optimistis bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang regional masih sangat mungkin dicapai.
"Ini tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut. Saya yang memegang kendali. Saya mengendalikan semua keputusan. Dia (Netanyahu) tidak memegang kendali," kata Trump kepada Financial Times.
Hanya berselang beberapa jam setelah pernyataan Trump, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi serangan ke target militer Iran. Garda Revolusi menyebut Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dalam operasi tersebut.
Saat sirene serangan udara mulai berbunyi di Tel Aviv, militer Israel juga mendeteksi adanya ancaman dari front lain. Pihak militer mengonfirmasi telah mengidentifikasi peluncuran satu rudal dari Yaman menuju wilayah mereka, di mana sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Israel vs Iran Konflik Timur Tengah Serangan Rudal Iran



























