Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Jakarta - Sebanyak enam orang Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dibebaskan setelah menjadi korban sandera yang dilakukan milisi bersenjata di Benghazi, Libya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan informasi penyanderaan tersebut diterima 28 September 2017 atau 5 hari setelah disanderanya para ABK itu.Ke-enam ABK itu disandera saat sedang bekerja di sebuah Kapal pencari ikan berbendara Negara Malta di perairan Benghazi atau 72 mil dari daratan Benghazi.Baca juga :
Dukung Pernyataan Menlu RI di ICJ, HNW: Pastikan Putusan Mahkamah Internasional Benar-Benar Dilaksanakan
“Penyanderaan dilakukan pada 23 September 2017, keenam ABK WNI ini bekerja pada kapal Salvatore 6,” ujar Menteri Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Dukung Pernyataan Menlu RI di ICJ, HNW: Pastikan Putusan Mahkamah Internasional Benar-Benar Dilaksanakan
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Sandera WNI















