Logo PBB (Foto: Beapeacekeeper)
Jenewa - Lembaga Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, 60.000 anak-anak menghadapi kelaparan di Korea Utara, tempat sanksi internasional memperburuk keadaan dengan memperlambat pengiriman bantuan.
Beberapa negara besar menerapkan sanksi berkembang terhadap Korut karena program nuklir dan peluru kendali balistiknya. Pada pekan lalu, Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap sembilan kelompok, 16 orang dan enam kapal Korut, yang dituduh membantu program persenjataan tersebut.kata Omar Abdi, wakil direktur eksekutif UNICEF., berdasarkan atas resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pasokan atau kegiatan badan kemanusiaan dikecualikan dari sanksi itu."Tapi, yang terjadi adalah tentu saja bank, perusahaan penyedia barang atau kapal sangat berhati-hati. Mereka tidak mau menantang bahaya kemungkinan terkait dengan pelanggaran sanksi," kata Abdi dalam jumpa pers.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Korea Utara UNICEF PBB

























