Kepolisian saat menangkap gelondongan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan Taman Leuser, Sumatera Utara
Medan - Nasib satwa langka yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Sumatera Utara, terancam punah. Penyebabnya, maraknya aksi pembalakan liar dan warga sekitar kawasan terus melakukan perburuan.
Dengan kondisi itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara minta kepada Polda Sumut agar menyelidiki sindikat pembalakan liar yang terus beroperasi di Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat."Aktivitas cukong kayu yang merusak hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) harus secepatnya dihentikan, karena dikhawatirkan akan mengganggu satwa yang dilindungi di lokasi tersebut," kata Direktur Esekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan, di Medan, Kamis.Ia menyebutkan satwa langka yang berada di kawasan TNGL Sumatera Utara (Sumut), yakni gajah, harimau, badak, dan orangutan. "Polda Sumut harus tetap melindungi kawasan TNGL dari pembalakan liar dan perburuan satwa yang dilindungi oleh pemerintah," ujar Dana.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pebalakan Hutan Walhi Sumatera Utara


























