Nitizen Semarang ngobrol bareng MPR
Semarang - Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono meminta Netizen makin bijaksana menyampaikan komentarnya di medsos. Ia menekankan agar masyarakat netizen Jangan memperbanyak hoak, karena akan merugikan netizen sendiri.
"Penulisan komentar di medsos yang tidak baik, berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Jadi hati-hati bermain di medsos, jangan sampai menimbulkan keresahan", ujar Bambang pada acara Netizen Semarang Ngobrol Bareng MPR RI di Hotel Grandhika Semarang, Sabtu (16/9/2017).
Bambang menyampaikan mempertahankan persatuan Indonesia bukan perkara gampang. Karena, kata dia, keberagaman yang melingkupi bangsa Indonesia selalu berpotensi memunculkan perselisihan.
"Dibutuhkan upaya bersama untuk menjaga keberagaman agar selalu utuh dan tidak bercerai berai," ungkapnya.
Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ngobrol bareng antara netizen dengan MPR. Menurutnya, acara tersebut penting untuk mengajak netizen berkontribusi dalam upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia.
Turut hadir pada acara tersebut Sesjen MPR Ma`ruf Cahyono dan Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah. Sedangkan dari pihak Nitizen Semarang, hadir juga perwakilan 50 orang Netizen Semarang Jawa Tengah.
Bambang menambahkan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga persatuan Indonesia adalah menyertakan netizen dalam menyampaikan isu-isu persatuan kepada masyarakat. Khususnya, materi sosialisasi empat pilar MPR.
"Medsos itu punya kekuatan yang sangat besar. Kalau dimanfaatkan secara baik dan benar, niscaya akan membantu mempertahankan keIndonesiaan kita", kata Bambang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Badan Pengkajian MPRRI Bambang Sadono

























