Setya Novanto
Jakarta - Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) masih menjabat sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar.
Menanggapi hal itu, Pakar Politik dari Unpad Muradi mengatakan, secara etika politik Setnov seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya. Sebab, etika merupakan di atas konstitusi."Saya kira kalau soal etika, pertama dia harus mundur sebagai Ketua DPR dan ketua umum Partai Golkar. Masalah etika itu di atas UU," kata Muradi, kepada Jurnas.com, Jakarta, Sabtu (12/8).Jika tidak, kata Muradi, status Setnov sebagai tersangka akan merusak citra DPR sebagai lembaga negara yang mewakili rakyat dan Partai Golkar.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Setya Novanto Setnov Tersangka e-KTP Kasus e-KTP






















