Kepala UKP-PIP, Yudi Latif
Jakarta - Ideologi Pancasila sebagai jembatan pemersatu bangsa Indonesia sudah mulai meredup. Dimana, nilai-nilai Pancasila tidak lagi menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Demikian disampaikan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif, dalam diskusi Kebangsaan bertajuk "Pancasila Sebagai Integrasi Negara dan Agama", di Rumah Dinas Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Jakarta, Selasa (13/6).Menurutnya, belakangan ketika terjadi gejolak sosial di masyarakat, baru disadari bahwa keberadaan Pancasila sangat diperlukan di Indonesia sebagai negara yang mejemuk."Saya sering mengatakan Pancasila ini seperti bintang yang hanya bisa dilihat di gelap malam, artinya di rutinitas terang kita tidak bisa melihat gunanya, tapi ketika di dalam gelap baru kita sadar ternyata penting Pancasila itu," kata Yudi.Baca juga :
Prof. Yudian: BPIP Bersama Stakeholder Berkewajiban Lakukan Pembinaan Ideologi Pancasila
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi belakangan ini menyadarkan banyak orang bahwa pembangunan selama ini bukan hanya sekedar pembangunan hal fisik, bangunan itu mudah dirubuhkan. Bagi Indonesi majemuk ini sangat penting Pancasila. Dimana Pancasila itu menjadi alat kontribusi sosial," tegasnya.Meski lembaga yang mensosialisasikan Pancasila itu sudah banyak, kata Yudi, yang bisa konsen dari UKP-PIP ini adalah untuk memastikan nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prof. Yudian: BPIP Bersama Stakeholder Berkewajiban Lakukan Pembinaan Ideologi Pancasila
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ideologi Pancasila Unit Kerja Presiden Yudi Latif



















