Rabu, 10/06/2026 11:34 WIB

NASA Umumkan Kru Artemis III, Misi Bulan Paling Kompleks dalam Sejarah





Misi Artemis III direncanakan berlangsung hampir dua pekan atau sekitar empat hari lebih lama dibandingkan Artemis II yang digelar awal tahun ini

NASA resmi mengumumkan kru misi Artemis III yang dijadwalkan meluncur pada 2027 (Foto: Via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - NASA resmi mengumumkan kru misi Artemis III yang dijadwalkan meluncur pada 2027. Badan antariksa Amerika Serikat itu menyebut misi tersebut sebagai salah satu operasi luar angkasa paling kompleks yang pernah dilakukan.

Artemis III akan membawa empat astronaut untuk menjalani serangkaian pengujian penting di orbit rendah Bumi. Misi ini menjadi tahap krusial sebelum program pendaratan manusia ke Bulan kembali dilaksanakan pada 2028.

Dikutip dari Live Science, Kru Artemis III terdiri atas astronaut NASA Randy Bresnik sebagai komandan, astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Luca Parmitano sebagai pilot, serta astronaut NASA Andre Douglas dan Frank Rubio sebagai spesialis misi.

NASA juga menunjuk Robert Hines sebagai anggota kru cadangan. Dalam misi tersebut, para astronaut akan menguji proses docking atau penyambungan wahana dengan pendarat Bulan komersial yang sedang dikembangkan oleh SpaceX dan Blue Origin.

Keberhasilan pengujian itu akan menjadi penentu kesiapan misi Artemis IV yang ditargetkan membawa astronaut Amerika Serikat kembali mendarat di Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo.

Misi Artemis III direncanakan berlangsung hampir dua pekan atau sekitar empat hari lebih lama dibandingkan Artemis II yang digelar awal tahun ini.

Waktu tambahan tersebut akan dimanfaatkan untuk menguji sistem pendukung kehidupan, prosedur docking, serta berbagai teknologi yang akan digunakan dalam misi ke Bulan.

Komandan misi Randy Bresnik merupakan mantan pilot uji pesawat tempur F/A-18 dan veteran misi pesawat ulang-alik STS-129.

Ia juga dikenal mengikuti pelatihan ekstrem sebagai "cave-a-naut" dan aquanaut untuk menguji kemampuan bertahan hidup manusia di lingkungan ekstrem.

Sementara itu, Luca Parmitano menjadi astronaut ESA pertama asal Italia yang pernah menjabat sebagai komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Dalam konferensi pers pengumuman kru, Parmitano mengaku bersyukur dipercaya menjadi bagian dari misi bersejarah tersebut.

"Saya sangat bersyukur NASA mengizinkan saya menjadi bagian dari kru luar biasa ini," kata Parmitano.

Andre Douglas sebelumnya merupakan anggota kru cadangan Artemis II. Pada Artemis III, ia mendapat peran utama sebagai spesialis misi.

Sedangkan Frank Rubio dikenal sebagai pemegang rekor penerbangan antariksa terlama oleh astronaut Amerika Serikat setelah menghabiskan 371 hari di ISS pada periode 2022–2023.

Meski kru telah diumumkan, NASA masih menghadapi sejumlah tantangan teknis. Program Artemis sangat bergantung pada kesiapan pendarat Bulan yang dikembangkan SpaceX dan Blue Origin.

Kedua perusahaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir mengalami kendala pengembangan. Roket Starship milik SpaceX dan New Glenn milik Blue Origin bahkan sempat mengalami kegagalan uji terbang yang memicu penyelidikan regulator penerbangan Amerika Serikat.

Meski demikian, NASA optimistis kedua mitranya mampu memenuhi target yang ditetapkan.

Pejabat Program Moon to Mars NASA, Jeremy Parsons, mengatakan berbagai kendala yang terjadi merupakan bagian dari proses pengembangan teknologi antariksa.

"Kami yakin New Glenn dan Blue Origin akan siap untuk Artemis III. NASA juga memberikan seluruh dukungan teknis yang diperlukan," ujarnya.

Dalam skema misi mendatang, wahana Orion milik NASA akan membawa empat astronaut menuju orbit Bulan.

Pada saat yang sama, pendarat komersial dari SpaceX atau Blue Origin akan diluncurkan secara terpisah untuk melakukan rendezvous dan docking dengan Orion.

Dua astronaut kemudian akan berpindah ke pendarat dan turun ke permukaan Bulan sebelum kembali ke Orion untuk perjalanan pulang ke Bumi.

Awalnya Artemis III dirancang sebagai misi pendaratan Bulan. Namun NASA mengubah konsep tersebut menjadi misi uji coba di orbit Bumi sebagai bagian dari penyesuaian jadwal dan kesiapan teknologi.

Pendaratan manusia ke Bulan kini dijadwalkan berlangsung melalui Artemis IV pada 2028. Selain menguji sistem penerbangan, kru Artemis III juga akan menjalankan berbagai eksperimen ilmiah.

Salah satu fokus penelitian adalah mempelajari atmosfer Bumi, cuaca antariksa, serta dampaknya terhadap teknologi dan awak yang berada di luar angkasa.

NASA menilai hasil misi ini akan menjadi fondasi penting bagi ambisi jangka panjang membangun kehadiran manusia secara permanen di Bulan pada dekade mendatang.

Keberhasilan Artemis III juga akan menentukan arah program eksplorasi Bulan yang selama ini mengalami berbagai penundaan dan pembengkakan biaya. (*)

KEYWORD :

Info NASA Artemis III Misi Bulan Astronaut NASA




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :