Presiden Lebanon Joseph Aoun (Foto: Mark Schiefelbein/AP)
Atena, Jurnas.com - Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta pemerintah Yunani untuk memberikan dukungan penuh dalam mengawal pelaksanaan perjanjian damai berkeberlanjutan dengan Israel yang diprakarsai Amerika Serikat (AS).
Permintaan ini disampaikan pada Senin (31/8/2026), beberapa jam setelah Yunani dan Israel mengumumkan kesepakatan alutsista senilai miliaran dolar.
Israel dan Lebanon sebelumnya memulai perundingan langsung untuk mengakhiri perselisihan militer setelah kelompok Hizbullah menyerang Israel pada Maret lalu, yang dibalas dengan gempuran serangan udara masif serta invasi darat oleh militer Israel.
Pada akhir Juni, kedua negara menandatangani kerangka kesepakatan yang mengatur perlucutan senjata Hizbullah, penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Lebanon selatan, serta penempatan tentara nasional Lebanon di wilayah perbatasan yang dimulai dari zona percontohan.
"Lebanon dan rakyatnya telah lelah dengan peperangan. Sejak awal negosiasi dengan Israel, tujuannya adalah mengakhiri status permusuhan," ujar Aoun saat bertemu Presiden Yunani Konstantinos Tassoulas di Atena, sebagaimana dikutip dari AFP pada Selasa (1/9).
"Kesepakatan kerangka kerja ini tidak dapat diterapkan secara sepihak. Kami memohon bantuan Yunani seluas-luasnya untuk membantu Lebanon," dia menambahkan.
Aoun mengungkapkan bahwa rangkaian serangan Israel sejak perang terbaru pecah telah menewaskan lebih dari 4.300 orang di Lebanon, melukai lebih dari 12.000 jiwa, serta meratakan 60 hingga 70 desa.
Dalam konferensi pers bersama, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menegaskan dukungan negaranya terhadap kedaulatan, independensi, dan penyatuan Lebanon, serta berkomitmen mendukung seluruh upaya de-eskalasi kawasan.
Selain menuntut penarikan penuh pasukan Israel dan penegakan kendali penuh negara atas perbatasan, Aoun juga berharap Yunani dapat menjembatani diplomasi di tingkat internasional, khususnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lebanon saat ini tengah mengupayakan perpanjangan mandat pasukan pemelihara perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah selatan yang dijadwalkan berakhir pada akhir tahun ini. Upaya perpanjangan mandat tersebut mendapat penolakan keras dari pihak Amerika Serikat dan Israel.
Yunani secara historis menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan negara-negara Arab, sembari di saat bersamaan memperkuat kemitraan strategis dan militer bersama Israel.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perjanjian Damai Lebanon Israel Joseph Aoun Hubungan Yunani Israel























