Jum'at, 22/05/2026 15:28 WIB

Iran dan Pakistan Bertemu Bahas Proposal Perdamaian Perang





Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Syed Mohsin Naqvi, pada Jumat (22/5), guna membahas proposal perdamaian

Sebuah kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz pada 17 April 2026, sesaat sebelum Iran mengumumkan bahwa selat tersebut akan ditutup kembali (Foto: Mohammed Aty/Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Syed Mohsin Naqvi, pada Jumat (22/5), guna membahas berbagai proposal mengakhiri perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pertemuan ini berlangsung di saat Teheran dan Washington masih belum menemui titik temu terkait cadangan uranium tingkat tinggi milik Iran serta kontrol atas jalur maritim Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (22/5), Syed Mohsin Naqvi bertindak sebagai fasilitator komunikasi dalam putaran dialog terbaru bersama Abbas Araqchi di Teheran guna mencapai kerangka kerja penghentian konflik.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan ada beberapa tanda positif dalam pembicaraan tersebut, namun menegaskan tidak akan ada solusi jika Teheran tetap memaksakan sistem penarikan biaya tol di Selat Hormuz yang menjadi jalur pengapalan internasional yang vital.

Sengketa ini semakin tajam setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan sikap keras negaranya mengenai kepemilikan material nuklir serta status hukum selat tersebut.

“Kita akan mendapatkannya (cadangan uranium). Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah kita mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump sehari sebelumnya.

"Kami ingin selat itu terbuka, kami ingin selat itu bebas. Kami tidak ingin ada pungutan tol. Itu adalah jalur perairan internasional," dia menambahkan.

Sikap Trump ini berlawanan dengan keinginan Teheran. Dua sumber senior Iran menyebutkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan perintah tegas bahwa cadangan uranium tersebut tidak boleh dikirim ke luar negeri.

Di sisi lain, posisi politik Trump secara domestik kini sedang berada di bawah tekanan menjelang pemilu paruh waktu pada November, menyusul kemarahan warga Amerika atas lonjakan harga bahan bakar yang membuat tingkat kepuasan publik terhadap dirinya berada di salah satu level terendah.

Teheran juga telah menyerahkan penawaran terbaru mereka, namun draf tersebut sebagian besar dinilai hanya mengulang poin-poin yang sebelumnya telah ditolak oleh Trump, termasuk tuntutan ganti rugi perang serta penarikan penuh pasukan AS.

KEYWORD :

Dialog Perang Iran Blokade Selat Hormuz Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :