Rabu, 29/04/2026 13:19 WIB

Jadi Saksi Sidang Gugatan OpenAI, Elon Musk Beradu Klaim





Elon Musk selama konferensi pers di Ruang Oval pada tanggal 30 Mei 2025. (FOTO: AFP)

Oakland, Jurnas.com - Miliarder nomor satu dunia, Elon Musk menjadi saksi dalam persidangan tingkat tinggi terkait gugatan terhadap OpenAI, pada hari Selasa (28/4) kemarin.

Musk menggugat OpenAI, CEO Sam Altman, dan Presiden Greg Brockman dengan tuduhan mengkhianati misi awal OpenAI yang bermanfaat bagi kemanusiaan, dan justru mengubah organisasi nirlaba tersebut menjadi raksasa pencari keuntungan.

“Jika kita membiarkan penjarahan sebuah badan amal dianggap oke, maka seluruh fondasi pemberian amal di Amerika akan hancur. Itulah kekhawatiran saya,” kata Musk dalam kesaksiannya di hari pertama persidangan.

Dalam persidangan tersebut, Musk juga menegaskan komitmennya dalam melayani publik dengan bekerja 80 hingga 100 jam seminggu tanpa mengambil liburan.

Namun, pengacara OpenAI dan Altman, Bill Savitt, memberikan pembelaan yang berlawanan. Savitt menuduh Musk justru yang awalnya menginginkan OpenAI menjadi bisnis profit yang dipimpinnya sendiri.

“Yang dia pedulikan adalah Elon Musk berada di puncak. Kita berada di sini karena keinginan Tuan Musk tidak terpenuhi,” ujar Savitt dalam pernyataan pembukaannya, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Rabu (29/4).

Musk menuntut ganti rugi sebesar US$150 miliar dari OpenAI dan Microsoft, dan berjanji hasilnya akan diserahkan kembali kepada unit amal OpenAI.

Selain itu, ia mendesak agar OpenAI dikembalikan menjadi organisasi nirlaba sepenuhnya, Sam Altman dan Greg Brockman dicopot dari jabatan, dan mengeluarkan Sam Altman dari dewan direksi.

Sebelum juri masuk ke ruang sidang, Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers sempat menegur Musk terkait aktivitasnya di media sosial X. Musk sebelumnya menyerang Altman dengan sebutan "Scam Altman" dan menuduhnya mencuri badan amal.

Hakim mendesak Musk untuk mengontrol kecenderungannya menggunakan media sosial dalam upaya memengaruhi hal-hal di luar ruang sidang.

Dalam kesaksiannya, Musk menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap risiko AI yang tidak ditanggapi serius oleh raksasa teknologi lain seperti Google. Dia menyebut pertemuannya dengan pendiri Google, Larry Page, sebagai pemicu pendirian OpenAI sebagai penyeimbang.

“Saya berteman sangat dekat dengan Larry Page di Google. Kami biasa berbicara selama berjam-jam tentang keamanan AI. Pada satu titik jelas bagi saya bahwa Larry Page tidak cukup peduli terhadap AI. Kita harus memiliki penyeimbang terhadap Google,” kata Musk

Sebaliknya, pengacara OpenAI mengeklaim bahwa keamanan AI bukanlah prioritas Musk. Mereka menyebut Musk pernah merendahkan karyawan OpenAI yang fokus pada isu keamanan dengan sebutan "bodoh" (jackasses).

KEYWORD :

Elon Musk Gugatan OpenAI Kecerdasan Buatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :