Gerabah berwarna dari periode Susa dipamerkan di Museum Nasional Iran (Foto: AFP)
Liege, Jurnas.com - Francois Desset, arkeolog asal Prancis, berhasil mengungkap misteri kuno yang telah terkunci selama satu milenium. Desset mengumumkan keberhasilannya dalam menguraikan sistem tulisan Elam Linear, naskah berusia 4.000 tahun yang selama ini dianggap mustahil untuk dipecahkan.
Sistem tulisan ini terdiri dari 77 simbol unik berupa pola geometris, kurva, dan belah ketupat yang berasal dari peradaban Zaman Perunggu Elam. Berbeda dengan huruf paku (cuneiform) atau alfabet Arab yang diimpor dari luar, Elam Linear adalah satu-satunya sistem tulisan yang berkembang asli di wilayah Iran.
“Kunci untuk menguraikan naskah, seperti yang sering terjadi, terletak pada nama diri: nama tempat, dewa, dan raja,” ujar Desset di Universitas Liege, Belgia dikutip dari AFP pada Selasa (28/4).
Misteri ini pertama kali ditemukan kembali pada 1903 di situs arkeologi Susa, namun para ahli mengalami kebuntuan selama lebih dari seabad karena minimnya sumber data.
Titik balik bagi Desset terjadi saat dia mendapatkan akses ke vas-vas bertuliskan naskah tersebut dari koleksi Mahboubian di London.
Desset mengikuti metode Jean-Francois Champollion, tokoh yang memecahkan hieroglif Mesir, dengan mencari nama penguasa. Dia berhasil mengidentifikasi nama Raja Shilhaha, yang memerintah sekitar tahun 1950 SM.
Desset memperhatikan urutan empat simbol di mana dua simbol terakhir identik. Repetisi ini diketahui sesuai dengan pola pengulangan pada akhir nama "Shilhaha".
Dan hingga saat ini, Desset telah berhasil mengerjakan 45 prasasti berbeda menggunakan metode tersebut.
Keberhasilan ini memberikan harapan baru bagi studi sejarah tertua di dunia. Desset kini berencana untuk meneliti tablet proto-Elamite, salah satu sumber tulisan tertua yang pernah ada di dunia.
Meskipun penelitiannya berfokus pada masa ribuan tahun lalu, Desset mengakui bahwa konflik saat ini antara Amerika Serikat dan Iran sulit untuk diabaikan. Menanggapi ancaman ketegangan politik, Desset berharap karyanya dapat memberikan perspektif berbeda tentang kekayaan sejarah Iran.
“Saya berharap pekerjaan ini akan memberikan dampak positif bagi budaya dan identitas Iran setelah keadaan kembali normal,” ujar dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tulisan Kuno Iran Elam Linear Arkeolog Prancis Francois Desset

























