Ilustrasi - ini beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh jamaah Haji (Foto: abarenumpang/Lmprogress)
Jakarta, Jurnas.com - Melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, baik Haji maupun Umrah, memerlukan kesiapan ilmu yang matang agar setiap ritual sesuai dengan koridor syariat.
Seringkali, kendala muncul bukan karena niat yang buruk, melainkan minimnya pemahaman manasik yang membuat jamaah terjebak dalam praktik yang tidak berdasar.
Berikut adalah beberapa poin evaluasi dan panduan agar ibadah kita tetap terjaga kemurniannya:
1. Landasan Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal
Jangan sampai kita beribadah hanya ikut-ikutan tanpa memahami dasarnya. Allah SWT telah memperingatkan dalam Al-Qur`an:
Panduan Mandi Ihram dalam Ibadah Haji, Catat Ya
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." (QS. Al-Isra: 36)
2. Disiplin dalam Menentukan Titik Miqat
Kekeliruan klasik yang sering terjadi adalah melewati batas Miqat tanpa berihram, baik karena tertidur di pesawat maupun kurang memperhatikan instruksi kru kabin.
Rasulullah SAW telah menetapkan batas-batas geografis ini secara absolut:
هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ
"Itulah ketentuan bagi penduduknya dan bagi orang yang datang melewatinya (dari penduduk lain)." (HR. Bukhari)
3. Menjaga Kesakralan Tawaf
Tawaf bukanlah ajang pamer di media sosial. Fenomena berswafoto atau melakukan panggilan video saat mengelilingi Ka’bah dapat mengikis kekhusyukan. Ingatlah bahwa derajat Tawaf sangatlah tinggi:
الطَّوَافُ حَوْلَ الْبَيْتِ مِثْلُ الصَّلَاةِ إِلَّا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَحَلَّ فِيهِ النُّطْقَ"Tawaf di Baitullah itu sama dengan shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya." (HR. Tirmidzi)
4. Menghindari Kedzaliman demi Hal Sunnah
Mencium Hajar Aswad adalah sunnah, namun menyakiti atau menyikut jamaah lain adalah perbuatan dosa. Jangan sampai kita mengejar keutamaan sunnah dengan cara melakukan kemaksiatan (mendzalimi sesama muslim).
5. Kekeliruan dalam Sa`i dan Tahallul
Salah tempat Berlari, dalam Sa`i, lari-lari kecil (Raml) hanya disyariatkan saat berada di antara dua pilar hijau, bukan di sepanjang jalur dari Shafa ke Marwah.
Menyingkap aurat saat prosesi Tahallul, jamaah wanita seringkali kurang waspada dengan memotong rambut di area terbuka yang terlihat oleh laki-laki bukan mahram. Allah SWT berfirman:
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya." (QS. An-Nur: 31)
6. Fokus Ibadah di Arafah dan Jamarat
Hindari menghabiskan waktu dengan obrolan duniawi yang sia-sia. Manfaatkan setiap detik untuk ber-taqarrub kepada Allah.
Hindari sikap emosional yang berlebihan, seperti melempar dengan batu besar atau benda-benda aneh. Esensi melempar jumrah adalah ketundukan mengikuti perintah Allah, bukan meluapkan amarah fisik kepada setan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Ibadah Haji Rasulullah SAW Tips ibadah Haji
















