Selasa, 21/04/2026 19:18 WIB

Awalnya Diabaikan, Fosil Tengkorak Hancur Ini Kini Ubah Sejarah Dinosaurus





Sebuah fosil tengkorak yang hancur dan sempat terabaikan kini mengubah pemahaman ilmuwan tentang fase akhir evolusi dinosaurus paling awal

Rekonstruksi artistik Ptychotherates bucculentus, dinosaurus pemakan daging yang tiga kali lebih tua dari Tyrannosaurus rex. Ilustrasi oleh Megan Sodano untuk Virginia Tech (Foto: Via Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah fosil tengkorak yang hancur dan sempat terabaikan kini mengubah pemahaman ilmuwan tentang fase akhir evolusi dinosaurus paling awal. Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan fosil yang tampak rusak bisa menyimpan informasi penting tentang sejarah kehidupan di Bumi.

Penelitian ini dipimpin oleh mahasiswa geosains Simba Srivastava dari Virginia Tech, yang menghabiskan waktu dua tahun untuk merekonstruksi fosil yang sebelumnya dianggap tidak terlalu bernilai.

“Apakah Anda ingin memasukkan jari ke dalam otak dinosaurus?” ujarnya, menggambarkan rasa penasaran yang mendorong penelitian tersebut.

Dikutip dari Earth, fosil ini berasal dari Ghost Ranch, lokasi yang dikenal menyimpan sisa kehidupan dari akhir periode Trias, sekitar lebih dari 200 juta tahun lalu.

Periode ini merupakan masa penting dalam evolusi dinosaurus, tetapi fosil dari waktu tersebut sangat jarang ditemukan dalam kondisi utuh.

“Ini adalah spesimen yang sangat buruk kondisinya. Kalau Anda melihat tengkorak manusia seperti ini, mungkin Anda akan merasa mual,” kata Srivastava.

Meski rusak, fosil tersebut ternyata menyimpan detail penting yang selama ini tersembunyi.

Dengan menggunakan pemindaian CT, peneliti dapat melihat bagian dalam fosil tanpa merusaknya. Mereka kemudian membuat model tiga dimensi untuk mempelajari struktur tulangnya secara detail.

Hasilnya mengungkap bahwa tengkorak tersebut milik spesies dinosaurus baru bernama Ptychotherates bucculentus.

Nama ini berarti “pemburu berlipat dengan pipi penuh”, merujuk pada bentuk tulang pipinya yang dalam dan unik.

Spesies ini hidup pada akhir periode Trias, jauh sebelum munculnya predator terkenal seperti Tyrannosaurus rex.

Meski tengkoraknya rusak, fosil ini menunjukkan ciri khas yang menarik. Tulang pipi yang dalam membuat bentuk tengkorak terlihat lebih tinggi dan padat dibanding dinosaurus awal lainnya yang umumnya ramping.

Gigi yang melengkung dan bergerigi halus menunjukkan bahwa hewan ini adalah karnivora dengan gigitan kuat.

Menariknya, tengkorak ini juga memperlihatkan kombinasi ciri dari berbagai kelompok dinosaurus, menunjukkan bahwa evolusi pada masa itu tidak berjalan secara sederhana, melainkan bercabang dengan berbagai variasi bentuk.

Pada periode Trias, dinosaurus belum menjadi penguasa daratan. Mereka hidup berdampingan dengan reptil lain, termasuk kerabat awal buaya dan nenek moyang mamalia.

Namun, peristiwa kepunahan massal di akhir Trias mengubah segalanya. Banyak spesies pesaing punah, memberi jalan bagi dinosaurus untuk mendominasi pada periode Jura.

“Dinosaurus berubah dari pemeran pendukung menjadi bintang utama,” kata Srivastava.

Fosil ini penting karena berasal dari masa tepat sebelum peristiwa kepunahan tersebut, memberikan gambaran langka tentang kehidupan saat itu.

Penemuan Ptychotherates bucculentus menunjukkan bahwa beberapa garis keturunan dinosaurus awal mungkin bertahan lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan.

Selain itu, lokasi penemuan yang dulunya berada di wilayah lintang rendah menunjukkan bahwa area tertentu mungkin menjadi “tempat perlindungan” bagi spesies lama sebelum akhirnya punah.

“Ini memaksa kita untuk mempertimbangkan kembali dampak kepunahan akhir Trias, bukan hanya menghilangkan pesaing dinosaurus, tetapi juga beberapa garis keturunan dinosaurus itu sendiri,” jelas Srivastava.

Fosil ini mungkin mewakili salah satu anggota terakhir dari kelompok dinosaurus awal tersebut.

“Spesimen ini muat di tangan saya, tetapi menjadi satu-satunya bukti bahwa dinosaurus ini pernah hidup selama ini, di wilayah ini, dan berevolusi dengan bentuk tengkorak seperti ini,” ujarnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan fosil yang tampak tidak sempurna dapat memberikan wawasan besar tentang evolusi kehidupan.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Papers in Palaeontology. (*)

KEYWORD :

Fosil Tengkorak Evolusi Dinosaurus Akhir periode Trias Sejarah Kehidupan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :