Jum'at, 17/04/2026 19:00 WIB

Genjot Kualitas Pelatihan, Kementan Evaluasi Keterampilan Petani Olah Hasil Pertanian





Genjot Kualitas Pelatihan, Kementan Evaluasi Keterampilan Petani Olah Hasil Pertanian

BPPSDM Kementerian Pertanian (Kementan) menutup pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Program READSI di BBPP Batangkaluku (Foto: Kementan)

Batangkaluku, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) baru-baru ini telah menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pengolahan Hasil Pertanian bagi Petani Wilayah Program READSI di 13 kabupaten wilayah READSI.

Setelah membekali 244 petani dari 13 kabupaten wilayah READSI terkait pengolahan hasil pertanian yang digelar selama 7 hari sejak tanggal 1-7 Agustus 2024 tersebut, BPPSDMP Kementan juga turut menggelar evaluasi keterampilan bagi para peserta pelatihan itu.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pelatihan pertanian yang berperan strategis dan berkontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan dan pembangunan pertanian di Indonesia secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa SDM pertanian menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, ia mendorong agar kualitas dan kuantitas SDM Pertanian terus ditingkatkan.

"Membangun pertanian dibutuhkan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis," kata Amran.

Secara terpisah, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu komponen penting pemberdayaan ialah penguatan kapasitas petani.

"Keterampilan dan sikap dalam mengembangkan rencana usaha (kelompok tani atau gabungan kelompok tani atau asosiasi petani) dengan potensi pasar yang besar di lingkup kegiatan pasca panen, pengolahan hasil pertanian dan pengelolaan produk samping harus terus ditingkatkan," kata Dedi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan BPPSDMP selaku Manajer READSI, Andi Amal Hayat Makmur mengatakan pelaksanaan pelatihan pengolahan hasil pertanian bagi petani program READSI telah menerapkan format evaluasi peserta pelatihan yang mengukur peningkatan keterampilan peserta pelatihan.

"Jadi bukan hanya sikap atau perilaku peserta dan kognitifnya saja yang dinilai tapi langsung diarahkan untuk penilaian psikomotorik peserta melalui pedoman evaluasi peserta pelatihan yang telah disusun oleh Pusat Pelatihan Pertanian," kata Andi dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis (8/8).

Hal itu penting karena sebagai bentuk evaluasi bagi peserta pelatihan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan keterampian mereka pada semua materi yang telah diajarkan dalam kegiatan pelatihan tersebut.

"Tentu saja semua ini dilakukan dengan tujuan memperkuat keterampilan peserta pelatihan baik teori, praktik maupun psikomotorik dalam semua materi, agar para peserta pelatihan siap terjun di dunia Pertanian dengan lebih baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku sebagai salah satu UPT yang menyelenggarakan pelatihan pengolahan hasil pertanian turut membekali 54 orang petani program READSI yang berasal dari 3 kabupaten seperti Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al-Afgani mengatakan tujuan utama program READSI adalah membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraannya.

"Ketercapaian program READSI dapat dilihat sejauh mana penerima manfaat program ini (petani) bisa benar-benar ikut berkontribusi dalam tujuan READSI," kata Jamaluddin saat menutup pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian Program READSI di BBPP Batangkaluku, Rabu (7/8).

KEYWORD :

Kementerian Pertanian BPPSDMP Kementan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :