Sabtu, 18/04/2026 07:54 WIB

RI Impor Beras, Pemerintah Dinilai Gagal Swasembada





Lusyani mengungkapkan dirinya memang sudah memperkirakan akan ada impor beras tahun ini dengan alasan elnino 2023.

Petani dengan latar padi yang sudah menguning memegang poster dengan tulisan stop impor beras. (Foto: Humas Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Rencana pemerintah mengimpor 2 juta ton beras dari Vietnam dan Thailand dinilai bentuk kegagalan dalam mewujudkan swasembada. Hal ini disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Lingkungan Hidup, Lusyani Suwandi.

Lusyani mengungkapkan dirinya memang sudah memperkirakan akan ada impor beras tahun ini dengan alasan elnino 2023.

"Ini melambangkan kegagalan pemerintah dalam program swasembada pangan,karena beberapa tahun terakhir ini impor beras terus meningkat," ujar Lusyani dalam siaran pers pada Jumat (19/1).

Dia melanjutkan, kendati Indonesia harus mengimpor beras, menurut dia jumlahnya tidak harus sebesar itu. Pasalnya, menurut data Badan Pusat Statistik, sepanjang Januari hingga Desember 2023 Indonesia sudah mengimpor 3,06 ton beras.

"Jadi kalaupun harus impor sekarang, saya kira tidak 2 juta ton,karena ini bulan politik,akan terkesan mencari rente buat pembiayaan kampanye," ujar dia.

Lusyani menegaskan, program swasembada pangan harus benar-benar menjadi prioritas pemerintah. "Karena kita tahu lahan negara kita besar dan banyak jumlah petaninya," pungkas dia.

Diketahi, Indonesia berrencana mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand. Impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP). Karena berdasarkan data Kerangka Sample Area Badan Pusat Statistik, produksi beras nasional pada Januari dan Februari 2024 tercatat kurang dari kebutuhan masyarakat.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, pemerintah telah memutuskan kuota impor sebanyak 2 juta ton.

KEYWORD :

Impor Beras Swasembada DPP Nasdem Joko Widodo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :