Kamis, 16/04/2026 22:34 WIB

Gelar Peringatan Penyitaan Kedutaan AS, Iran Nyatakan Dukungan untuk Palestina





Gelar Peringatan Penyitaan Kedutaan AS, Iran Nyatakan Dukungan untuk Palestina

Bendera Iran melambai di depan markas Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria pada 23 Mei 2021. (Foto: Reuters/Leonhard Foeger)

TEHERAN - Unjuk rasa yang diorganisir negara diadakan di seluruh Iran pada hari Sabtu untuk memperingati perebutan kedutaan AS pada tahun 1979 dengan seruan "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel" untuk mendukung warga Palestina yang dibombardir Israel di Gaza.

Mahasiswa radikal revolusioner Iran menyerbu kedutaan segera setelah jatuhnya Shah yang didukung AS 44 tahun lalu, menyandera 52 orang Amerika selama 444 hari.

Di Teheran, para demonstran melakukan unjuk rasa pada hari Sabtu dari Lapangan Palestina di jantung ibu kota hingga bekas kedutaan AS yang berjarak beberapa kilometer.

Televisi pemerintah menunjukkan para demonstran membakar bendera Israel dan membawa gambar anak-anak Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza.

Militer Israel telah menyerang Gaza dari udara, melakukan pengepungan dan melancarkan serangan darat setelah kelompok militan Islam Palestina Hamas yang menguasai Gaza menewaskan 1.400 orang dan menawan lebih dari 240 lainnya dalam serangan 7 Oktober di Israel selatan.

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 9.250 warga Palestina telah terbunuh dan layanan medis terhenti.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan penghentian pertempuran kecuali tawanan Hamas dibebaskan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mendesak Iran untuk menggunakan pengaruhnya dengan kelompok-kelompok di kawasan Timur Tengah untuk mencegah eskalasi konflik Israel dengan Hamas.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan Cleverly berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada hari Jumat, mengatakan kepadanya bahwa "Iran memikul tanggung jawab" atas tindakan kelompok-kelompok, seperti Hamas dan Hizbullah, yang telah mereka dukung selama bertahun-tahun.

Cleverly juga menegaskan kembali bahwa ancaman yang didukung Iran terhadap warga Inggris tidak dapat diterima dan harus dihentikan, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri.

Inggris mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri setelah serangan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober yang menurut Israel telah menewaskan 1.400 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan lebih dari 200 lainnya diculik.

KEYWORD :

Israel Palestina Serangan Hamas Gaza Dibombardir




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :