Rabu, 15/04/2026 09:24 WIB

Curhat Siswi Jambi Diundang ke Istana Berkat Sepotong Baju





Empat siswi Jambi diundang ke Istana Negara karena pernah membuat baju untuk Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo

Empat siswi SMKN 4 Jambi (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Raut kebahagiaan tidak bisa disembunyikan oleh empat siswa SMK Negeri 4 Kota Jambi, ketika menghadiri undangan upacara kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, di Istana Negara pada Kamis (17/8).

Keempatnya ialah Zaqia Cahyacamila, Sunia Ariska, Zea Abadiah, dan Ayu Wulandari. Mereka merupakan pelajar kelas 12 jurusan Tata Busana.

Diundangnya keempat siswa ini punya histori menarik. Sebelumnya, mereka membuat baju untuk Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, masing-masing baju batik khas Jambi untuk presiden, outer untuk Iriana, serta dua kemeja putih lengan panjang untuk presiden.

Kemeja putih inilah yang dikenakan presiden saat berkunjung ke SMKN 2 Bengkulu Tengah beberapa waktu lalu.

Ayu Wulandari, mengaku tidak menyangka bisa menjadi bagian dari para tamu undangan di Upacara Bendera HUT ke-78 RI di Istana Negara.

"Jangankan upacara di Istana. Membayangkan pergi ke Jakarta saja saya tidak pernah," kata Ayu yang mengaku baru pertama kali pergi jauh keluar Kota Jambi dan naik pesawat.

Seperti halnya Ayu, siswi lainnya juga mengakui hal yang sama. Mereka tidak menyangka jika baju-baju yang mereka jahit akan membawa mereka terbang dan menjadi tamu undangan Istana Negara.

"Tetangga kami di rumah sampai mengira kami bohong kalau kami diundang presiden untuk upacara bendera. Mereka baru benar-benar percaya saat kami berangkat ke Jakarta," ujar Sunia Ariska.

Sebelum mendapat undangan untuk mengikuti upacara bendera di Istana Negara, para siswi ini sebenarnya sudah kehilangan harapan. Pasalnya, baju-baju yang mereka buat tidak kunjung terdengar kabarnya setelah dijemput langsung ke sekolah oleh pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

"Lama kami menunggu kabar apakah Bapak Presiden suka atau tidak dengan baju yang kami buat. Kami sampai kaya hopeless. Ingin rasanya melihat baju kami dipakai sama Presiden lewat foto saja tidak masalah," tutur Qia yang bertugas menjahit baju batik untuk Ibu Negara.

Di tengah harap-harap cemas tersebut, kabar baik itu akhirnya datang. Berita bahwa presiden Joko Widodo mengenakan kemeja putih saat kunjungan kerja di Bengkulu membuat mereka lega sekaligus bangga.

"Tapi kami sempat takut juga kalau berita itu (Presiden kenakan baju SMKN 4 Kota Jambi) itu hoax. Bu Asmi (kepala sekolah) sampai nangis pas baca berita itu," kata Zea Abadiah.

Di tengah euforia kebahagian, kabar gembira kembali datang. Mereka diundang ke Istana Negara untuk menghadiri upacara kemerdekaan. Saking senangnya, Qia bahkan sampai sulit tidur.

"Benar-benar kabar yang paling indah yang pernah kami dengar. Sebuah pencapaian luar biasa bagi kami sejauh ini. Kami sangat beruntung dan bangga jadi siswi SMK," ucap Qia.

Proses pembuatan baju sendiri diakui Qia dan teman-temanya cukup dramatis. Setiap detail dalam pengerjaan baju benar-benar penuh doa dan harapan.

"Setiap kali kami mulai mengerjakan, apakah buat pola atau menjahitnya, kami selalu membayangkan baju ini dipakai dan disukai oleh presiden. Kami tidak berhenti doa," kata Qia.

Sebenarnya, lanjut Qia, untuk kompetensi menjahit sendiri ia dan rekannya cukup percaya diri. Terlebih mereka sudah dibekali keterampilan menjahit sejak kelas 10. Mereka juga sudah magang di industri sehingga cukup percaya diri saat membuat baju tersebut.

"Kalau untuk kompetensi kami percaya diri. Tapi sekali lagi karena ini yang akan memakai bajunya adalah presiden, jadi ya sempat grogi dan agak takut-takut," tambah Qia.

Setelah berhasil menjahit baju dan diundang ke Istana, para siswi ini mengaku ingin bisa beraudiensi langsung dengan presiden. Mereka berharap bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, sekaligus membuka usaha.

KEYWORD :

SMKN 4 Jambi Presiden Joko Widodo 17 Agustus Upacara Kemerdekaan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :