Konferensi pers kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Indonesia dan Malaysia kembali meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan tinggi. Penandatanganan 10 kerja sama antara berbagai perguruan tinggi dan lembaga Indonesia-Malaysia, disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Dato` Seri Mohamed Khaled Nordin, di Jakarta pada Selasa (18/7) kemarin.
Dato` Seri Mohamed mengatakan bahwa penandatanganan yang terdiri dari empat perjanjian kesepakatan (MoA), lima perjanjian kesepahaman (MoU), dan satu perjanjian kerja sama (MoC) adalah bagian dari lawatan kerjanya ke Indonesia, yang dimulai pada Senin (16/7) lalu.
"Fokus utama MoA, MoU, dan MoC ini adalah kolaborasi dalam sektor pendidikan, khususnya dalam bidang kedokteran, sains, dan teknologi," terang Dato` Seri Mohamed kepada awak media.
Adapun untuk bidang riset dan inovasi, lanjut Dato` Seri Mohamed, tujuannya bukan saja untuk mengimbas kedua institusi yang terlibat, namun juga memberikan manfaat kepada mahasiswa kedua negara.
"Salah satu contohnya, Universiti Malaya (UM) yang melakukan joint research, katakanlah di bidang perubahan iklim. Nah, UM punya dosen, dan kampus Indonesia juga punya dosen, masing-masing saling menanggung biayanya. Hasilnya akan digunakan masing-masing negara," papar dia.
Sementara itu, Ketua Education Malaysia Global Services, Dr. Abdul Razak Ahmad, berharap kerja sama pendidikan di antara kedua negara lebih ditingkatkan ke tahap yang lebih strategis. Bahkan, untuk kerja sama pendidikan, sudah saatnya Indonesia dan Malaysia menggandeng negara Asean lainnya.
"Sumber daya di kawasan ini sangat terbatas, maka sangat penting menyatukan tenaga riset agar dapat memberikan dampak maksimal, khususnya di bidang perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kecerdasan buatan," kata Abdul Razak.
Terkait kerja sama terbaru antara Indonesia dan Malaysia di bidang pendidikan, Abdul Razak menyebut hal ini meneruskan praktik baik yang sudah terjalin sebelumnya.
"Perguruan tinggi Malaysia dan perguruan tinggi Indonesia sudah banyak melakukan berbagai kolaborasi, baik berupa pertukaran pelajar, pertukaran dosen, dan sebagainya. Namun tetap perlu ditingkatkan, terutama di bidang riset," imbuh Abdul Razak.
Plt. Dirjen Diktiristek, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Nizam, mengapresiasi penandatangan kerja sama ini. Menurut dia, kerja sama ini kian meningkatkan hubungan baik Indonesia dan Malaysia.
"Ini akan jadi pondasi untuk membangun masyarakat Asean yang rukun, damai, serta maju bersama melalui persahabatan di tingkat hubungan antar manusia itu tadi," tutur Nizam.
Berikut ini daftar kerja sama perguruan tinggi dan lembaga Indonesia-Malaysia:
1. Kerja sama Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI di bidang: Konsorsium riset; Pendirian BRIN-UTM Satellite Office; serta Anggaran riset sebesar 2,2 juta ringgit Malaysia.
2. Kerja sama Majlis Profesor Negara (MPN) dengan Forum Guru Besar Indonesia di bidang: Pendidikan Tinggi; Diplomasi saluran, serta mengangkat 17 agenda SDGs; dan Persatuan Negara-negara bagi kedua negara.
3. Kerja sama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) di bidang: Pengurangan durasi kerja sama ijazah doktor dari enam tahun menjadi lima tahun. Dua tahun di Unpad dan tiga tahun di UKM; Menghasilkan 250 lulusan kedokteran dalam lima tahun mendatang.
4. Kerja sama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di bidang: Double degree untuk sarjana dan pascasarjana; Pertukaran pelajar dan dosen; Monitoring, Riset, dan Publikasi Ilmiah.
5. Kerja sama UKM dengan PT Tracol Asia (Pusat Offshore) meliputi pelibatan 10 prodi UKM yakni lima di jenjang sarjana dan lima prodi doktoral, dengan jumlah 3.000 mahasiswa dalam tempo waktu 10 tahun.
6. Kerja sama Universiti Utara Malaysia (UUM) dengan UIN Raden Fatah Palembang di bidang double degree.
7. Kerja asama UUM dengan UIN Sunan Ampel Surabaya di bidang double degree yang melibatkan 10 mahasiswa.
8. Kerja sama Universiti Malaya dengan Universitas Negeri Malang meliputi berbagi keahlian di bidang sains, SDM, dan riset.
9. Kerja sama Agensi Kelayakan Malaysia (MQA) dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di bidang pendirian pusat akreditasi pertama di luar Malaysia.
10. Kerja sama Universiti Tenaga Nasional (Uniten) dengan Institut Teknologi PLN di bidang pencapaian nol emisi karbon 2050.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Indonesia Malaysia Kerja Sama Pendidikan Tinggi Dato` Seri Mohamed



























