Motor listrik United E-Motor TX3000. (Foto: Jurnas/Ist).
Jakarta, Jurnas.com - Data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor sepanjang semester I 2023 mencapai 3.201.930 unit.
Angka ini naik 42,5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai 2.246.627 unit.
Untuk mendorong penjualan sepeda motor listrik, pemerintah juga telah menggulirkan program pembelian motor listrik.
Namun rupanya hal ini belum mampu menggerakkan minat masyarakat untuk membeli motor listrik.
Dikutip dari situs Sisapira (Sistem Informasi Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua), dari 200.000 unit kuota untuk program subsidi motor listrik, baru 966 unit yang sudah masuk status proses pendaftaran.
Dari jumlah tersebut, 50 unit sudah terverifikasi, dan 36 unit tersalurkan. Artinya masih tersisa 198.948 kuota.
Status "Proses Pendaftaran" yaitu masyarakat yang telah memenuhi persyaratan sebagai salah satu dari empat kriteria penerima bantuan dan telah mendapatkan potongan harga pembelian motor listrik.
Status sedang menunggu penerbitan STNK dan TNKB.
Status "Terverifikasi" yaitu proses verifikasi kesesuaian data transaksi penjualan (biodata konsumen, STNK dan TNKB). Akan diajukan penggantian potongan harga ke pemerintah untuk perusahaan industri. Penyampaian laporan penjualan dilakukan di hari kerja pertama di bulan selanjutnya.
Sedangkan status "Tersalurkan" artinya telah dilakukan penggantian potongan harga KBL berbasis baterai roda dua dari pemerintah ke perusahaan industri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Motor Listrik Subsidi Sisapira




























