Minggu, 05/04/2026 18:18 WIB

Rudal Rusia Hantam Museum di Ukraina, Dua Tewas dan Sepuluh Terluka





Militer Rusia menggunakan rudal pertahanan udara S-300 untuk menyerang Kupiansk di wilayah Kharkiv, menghantam museum sejarah lokal di pusat kota.

Tentara Ukraina menyiapkan howitzer M777 yang dipasok AS untuk ditembakkan ke posisi Rusia di wilayah Kherson, Ukraina, 9 Januari 2023. (AP Photo/Libkos)

JAKARTA, Jurnas.com - Sebuah rudal Rusia telah menghantam sebuah gedung museum di kota Ukraina. Serangan ini menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 10 lainnya.

Pejabat Ukraina mengatakan pada Selasa (25/4) bahwa militer Rusia menggunakan rudal pertahanan udara S-300 untuk menyerang Kupiansk di wilayah Kharkiv, menghantam museum sejarah lokal di pusat kota.

Militer Rusia telah berulang kali menggunakan S-300, yang tidak dapat dicegat oleh pertahanan udara Ukraina, untuk menyerang sasaran darat.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memposting video dari situs yang menunjukkan bangunan yang hancur dan petugas tanggap darurat memeriksa kerusakan.

"Negara teroris melakukan segalanya untuk menghancurkan kita sepenuhnya," kata Zelenskyy. "Sejarah kita, budaya kita, orang-orang kita. Membunuh orang Ukraina dengan metode yang benar-benar biadab."

Zelenskyy mengatakan seorang pekerja museum tewas. Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov kemudian melaporkan bahwa jenazah korban lain telah ditarik dari bawah reruntuhan.

Syniehubov mengatakan, tiga orang dirawat di rumah sakit dan tujuh lainnya luka ringan.

Kupiansk direbut oleh pasukan Rusia pada tahap awal invasi Rusia tetapi diklaim kembali oleh pasukan Ukraina dalam serangan balasan mendadak pada bulan September yang membuat Rusia diusir dari petak luas wilayah Kharkiv.

Seorang wanita juga tewas dalam penembakan Rusia di kota Dvorichna, dekat Kupiansk, dan dua warga sipil tewas di wilayah timur Donetsk, menurut kantor kepresidenan Ukraina.

Militer Ukraina sekarang sedang mempersiapkan serangan balasan baru yang kuat, dengan mengandalkan pasokan terbaru tank tempur Barat dan senjata lainnya serta pasukan yang telah dilatih di Barat.

Zelenskyy pada Selasa (25/4) bertemu dengan petinggi militer untuk membahas situasi medan perang serta prospek pasokan senjata baru dan persiapan pasukan.

"Kita harus mempercepat laju pasokan senjata karena setiap hari keterlambatan adalah nyawa tentara kita," kata Zelenskyy di Facebook.

Kepala intelijen militer Ukraina, Mayor Jenderal Kyrylo Budanov, dalam sebuah wawancara dengan RBC-Ukraina yang dirilis Senin, menggambarkan serangan balasan yang direncanakan sebagai pertempuran penting dalam sejarah modern Ukraina yang akan membuat negara itu merebut kembali wilayah-wilayah penting.

Pada Selasa (25/4) juga, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memungkinkan Moskow untuk mengambil kendali sementara atas aset asing jika aset Rusia di luar negeri disita, kantor berita TASS melaporkan.

TASS mengatakan dekrit tersebut menyebutkan divisi Rusia Uniper SE dan aset Fortum Oyj Finlandia.

Sumber: Al Jazeera

KEYWORD :

Perang Rusia Ukraina Museum Serangan Balik S-300




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :