Ayah seorang tentara Ukraina yang tewas dalam aksi memegang bendera Ukrainanya selama upacara pemakaman di ibukota Kyiv (File: Leah Millis/Reuters)
JAKARTA, Jurnas.com - Invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan sekitar 9.000 tentara Ukraina sejak dimulai hampir enam bulan lalu. Ini merupakan pengakuan yang jarang mengenai jumlah korban selama perang.
"Banyak anak Ukraina perlu dirawat karena ayah mereka telah pergi ke garis depan dan mungkin termasuk di antara hampir 9.000 pahlawan yang telah terbunuh," kata kepala militer Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (23/8).
Pengumuman Senin tentang cakupan kematian militer Ukraina bertentangan dengan perkiraan yang diberikan oleh militer Rusia, yang terakhir memberikan pembaruan pada 25 Maret ketika dikatakan 1.351 tentara Rusia tewas selama bulan pertama pertempuran.
Para pejabat militer Amerika Serikat (AS) memperkirakan dua minggu lalu bahwa Rusia telah kehilangan antara 70.000 hingga 80.000 tentara, keduanya tewas dan terluka dalam aksi tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan 5.587 warga sipil telah tewas dan 7.890 terluka selama invasi Rusia ke Ukraina. Badan anak-anak PBB mengatakan pada Senin (22/8) setidaknya 972 anak-anak Ukraina telah tewas atau terluka sejak Rusia menginvasi.
Eksekutif UNICEF, Catherine Russell mengatakan ini adalah angka yang diverifikasi oleh PBB tetapi mereka yakin jumlah sebenarnya masih jauh lebih tinggi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tentara Ukraina Tewas Rusia Jenderal Valerii Zaluzhnyi






















