Rabu, 15/04/2026 11:59 WIB

Ten Hag Kecam Perilaku Arogan Ronaldo





Ten Hag Kecam Perilaku Arogan Ronaldo

Ekspresi Cristiano Ronaldo usai Manchester United kalah dari Manchester City (Foto: Reuters)

London, Jurnas.com - Pelatih Manchester United (MU) Erik ten Hag mengecam perilaku arogan Cristiano Ronaldo, karena meninggalkan stadion sebelum pertandingan kontra Rayo Vallecano berakhir.

Usai bermain selama 45 menit sebelum digantikan oleh Amad Diallo, Ronaldo dan sejumlah pemain MU lainnya pergi lebih awal. Hal ini membuat Ten Hag kesal. Apalagi Ronaldo tidak meminta izin kepadanya.

"Tentu saja itu tidak dapat diterima. Untuk semua orang. Saya mengatakan kepada mereka bahwa itu tidak dapat diterima. Bahwa kami adalah sebuah tim, sebuah skuat, dan bahwa Anda harus bertahan sampai akhir," kata Ten Hag dikutip dari Goal pada Rabu (3/8).

Perilaku Ronaldo dikaitkan dengan keinginannya meninggalkan Setan Merah. Pada awal Juli lalu, Ronaldo telah memberi tahu klub tentang rencana hengkang, sebab MU tidak bermain di Liga Champions musim depan.

Sayangnya, sederet tim besar termasuk Chelsea, Paris Saint-Germain (PSG), dan Bayern Munich menolak kedatangan Ronaldo meski agennya, Jorge Mendes, telah menawarkan sang pemain. Bahkan Real Madrid, tempat Ronaldo pernah menorehkan banyak rekor, juga enggan membawa dia pulang ke Santiago Bernabeu.

MU dan Ten Hag sebelumnya menegaskan Ronaldo tidak untuk dijual, namun spekulasi tentang kemungkinan transfer masih berlangsung, di antaranya kemungkinan kembalinya Ronaldo ke Sporting CP.

Ten Hag juga diberi nasihat tentang cara menangani Ronaldo oleh mantan asisten pelatih MU, Chris Armas, yang pernah bertugas di bawah pelatih Ralf Rangnick di paruh kedua musim 2021-22.

Penyerang veteran itu mencetak 12 gol dalam 19 pertandingan Liga Premier ketika Armas menjadi anggota staf ruang belakang. Dikatakan, komunikasi satu lawan satu merupakan cara terbaik untuk mengeluarkan sisi terbaik Ronaldo.

KEYWORD :

Cristiano Ronaldo Manchester United Info Transfer Erik ten Hag




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :