Jum'at, 17/04/2026 06:37 WIB

Uni Eropa Pertimbangkan Perketat Sanksi Rusia





Uni Eropa pertimbangkan perketat Sanksi Rusia

Bendera Uni Eropa (Foto: UB Post)

JAKARTA, Jurnas.com - Uni Eropa akan membahas pengetatan sanksi terhadap Rusia pada Senin (17/7), ketika Kyiv menuduh Moskow meluncurkan serangan baru di beberapa daerah perumahan di timur dan selatan Ukraina.

Pembahasan pengetatan sanksi baru terjadi setelah Moskow mengumumkan akan meningkatkan operasi militernya dan Kyiv menuduh Rusia memasang peluncur rudal di pembangkit nuklir terbesar di Eropa.

Saat konflik terus berlanjut dan semakin meluas ke krisis energi dan pangan global, pada Menteri Luar Negeri Uni Eropa mempertimbangkan melarang pembelian emas dari Rusia, yang sejalan dengan sanksi yang telah diberlakukan G7.

Disamping itu, Uni Erapa juga akan memasukkan lebih banyak tokoh-tokoh Rusia dalam ke daftar hitam. "Moskow harus terus membayar harga tinggi atas agresinya," kata Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen setelah meneruskan langkah-langkah yang diusulkan.

Menurut pejabat senior Uni Eropa, Brussels diperkirakan akan mengadakan diskusi sanksi terhadap Rusia awal Senin, tetapi tidak membuat keputusan pada hari yang sama.

Pada Minggu (17/7), gubernur wilayah Donetsk, Pavlo Kyrylenko menuduh Beruang Merah, julukan Rusia, menembaki infrastruktur sipil, terutama lembaga pendidikan.

Sementara itu, gubernur regional Mykolaiv, Vitaliy Kim mengatakan, di dekat pantai Laut Hitam, kota selatan Mykolaiv berada di bawah penembakan besar-besaran pada dini hari Minggu.

Kim menambahkan, beberapa daerah pemukiman ditembaki di wilayah itu sehari sebelumnya. Tiga orang tewas di desa Shevchenkove dan seorang wanita tewas di Shyrokiv di mana sebuah bangunan tempat tinggal dihancurkan.

Dalam wawancara televisi BBC yang disiarkan pada Minggu, kepala angkatan bersenjata Inggris, Laksamana Tony Radakin, memperkirakan, 50.000 tentara Rusia telah tewas atau terluka dalam invasi dengan hampir 1.700 tank Rusia dan sekitar 4.000 kendaraan tempur lapis baja hancur.

Radakin mengatakan, pasukan darat Rusia mungkin tidak menimbulkan ancaman sekarang, tetapi lebih dari 20 minggu sejak invasi dimulai, Moskow mengatakan pada Sabtu bahwa mereka akan meningkatkan operasi militernya.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu memberikan instruksi yang diperlukan untuk lebih meningkatkan tekanan militer, menurut kementeriannya.

Perintah itu datang setelah badan energi atom Ukraina menuduh Rusia memasang peluncur rudal di pembangkit nuklir Zaporizhzhia dan menggunakan fasilitas itu untuk menembaki wilayah Dnipro.

Pertempuran terberat terus berfokus pada kawasan industri Donbas di timur, di mana beberapa desa dilanda serangan Minggu tanpa korban sejauh ini.

Sumber: Aljazeera

KEYWORD :

Uni Eropa Invasi Rusia Ukraina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :