Senin, 20/04/2026 16:39 WIB

Ukraina Memanas, Biden Perintahkan Warga AS Pulang





Situasi di Ukraina semakin memanas di tengah meningkatnya ancaman militer dari Rusia. Oleh karena itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memerintahkan warganya untuk meninggalkan negara itu secepatnya.

Presiden AS Joe Biden dan Tim Tanggap COVID-19-nya mengadakan panggilan rutin mereka dengan Asosiasi Gubernur Nasional untuk membahas tanggapan Pemerintahannya terhadap varian Omicron dan untuk mendengar dari para Gubernur tentang kebutuhan di Negara Bagian mereka, di South Court Auditorium di White House, di Washington, pada 27 Desember 2021. (Foto: Reuters/Evelyn Hockstein)

Washington, Jurnas.com - Situasi di Ukraina semakin memanas di tengah meningkatnya ancaman militer dari Rusia. Oleh karena itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memerintahkan warganya untuk meninggalkan negara itu secepatnya.

Biden mengatakan dia tidak akan mengirim pasukan untuk menyelamatkan orang Amerika, jika Moskow menginvasi Ukraina.

"Warga Amerika harus pergi sekarang," kata Biden kepada NBC News dikutip dari BBC.

"Kita sedang berhadapan dengan salah satu tentara terbesar di dunia. Ini adalah situasi yang sangat berbeda dan segalanya bisa menggila dengan cepat," sambung dia.

Rusia berulang kali membantah rencana untuk menyerang Ukraina, meskipun mengerahkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasan.

Moskow juga baru saja memulai latihan militer besar-besaran dengan negara tetangga Belarusia, dan Ukraina menuduh Rusia memblokir aksesnya ke laut.

Adapun ketika ditanya skenario Biden mengirim pasukan untuk menyelamatkan orang Amerika yang melarikan diri, Biden menjawab, "Tidak. Itu perang dunia ketika Amerika dan Rusia mulai menembak satu sama lain. Kami berada di dunia yang sangat berbeda dari yang kami pernah alami."

Sementara itu, para pemimpin dunia melanjutkan diplomasi untuk meredakan krisis saat ini di Ukraina.

Pada Jumat (11/2), Rusia dan Ukraina mengumumkan bahwa kedua negara gagal mencapai terobosan dalam pembicaraan dengan pejabat Prancis dan Jerman, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik separatis di Ukraina timur.

Ketegangan saat ini terjadi delapan tahun setelah Rusia mencaplok semenanjung Krimea selatan Ukraina. Sejak itu, militer Ukraina terlibat perang dengan pemberontak yang didukung Rusia di wilayah timur dekat perbatasan Rusia.

KEYWORD :

Ukraina Rusia Amerika Serikat Joe Biden




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :