Permintaan tes virus corona melonjak di seluruh dunia karena penyebaran eksplosif varian Omicron (Foto: AFP/File/ALEX HALADA)
BEIJING, Jurnas.com - Ilmuwan China mengatakan telah mengembangkan tes virus corona baru yang akurat sebagai tes laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) tetapi memberikan hasil dalam waktu empat menit.
Tes PCR secara luas dianggap paling akurat dan sensitif untuk virus penyebab COVID-19, tetapi biasanya memakan waktu beberapa jam.
Beberapa negara kewalahan menghadapi permintaan pengujian yang berat, didorong oleh penyebaran eksplosif dari varian Omicron yang sangat mudah menular
Para peneliti dari Universitas Fudan di Shanghai mengatakan mereka punya solusi.
Dalam artikel tinjauan sejawat yang diterbitkan Senin di jurnal Nature Biomedical Engineering, tim mengatakan sensor mereka menggunakan mikroelektronika untuk menganalisis materi genetik dari penyeka dapat mengurangi kebutuhan tes laboratorium COVID-19 yang memakan waktu.
"Kami menerapkan biosensor elektromekanis untuk mendeteksi SARS-CoV-2 ke dalam perangkat prototipe terintegrasi dan portabel, dan menunjukkan bahwa itu terdeteksi (virus RNA) dalam waktu kurang dari empat menit," kata ilmuwan tersebut, dikutip dari Reuters.
Para peneliti mengatakan metode mereka menawarkan kecepatan, kemudahan pengoperasian, sensitivitas tinggi dan portabilitas.
Uji coba mereka melibatkan pengambilan sampel dari 33 orang di Shanghai yang terinfeksi virus corona, dengan tes PCR dilakukan secara paralel. Hasil dari metode mereka adalah sempurna cocok dengan tes PCR, menurut artikel tersebut.
Studi mereka melibatkan pengujian metode baru pada 54 sampel, termasuk orang dengan demam yang tidak memiliki virus corona, mereka yang menderita influenza, dan sukarelawan yang sehat.
Kasus-kasus itu tidak menghasilkan hasil positif palsu, kata tim tersebut.
Para peneliti Fudan mengatakan setelah dikembangkan, perangkat pengujian mereka dapat digunakan untuk pengujian cepat dalam berbagai situasi, termasuk bandara, fasilitas kesehatan, dan bahkan di rumah.
Tes PCR tidak hanya lambat, tetapi juga membutuhkan infrastruktur laboratorium yang terbatas di banyak negara, sehingga mengurangi jumlah kasus yang dapat ditangani setiap hari.
Dan sementara tes diagnostik cepat kini telah tersedia di banyak bagian dunia, tes tersebut umumnya kurang akurat.
China adalah salah satu pembuat alat tes virus corona terbesar di dunia. Menurut data bea cukai, China mengekspor alat uji senilai US$1,6 miliar pada Desember, meningkat 144 persen dari bulan sebelumnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
China COVID-19


























