Sabtu, 18/04/2026 03:49 WIB

Pidato Awal Tahun 2022, Gus Muhaimin Beber Tiga Cara Pemulihan Sosial Ekonomi Indonesia





Tidak hanya itu, masih banyak keluarga keluarga Indonesia tidak memiliki pendapatan layak. Masih banyak kaum muda yang tidak bekerja, jobless dan menganggur. Karena itu pengertian pemulihan ekonomi haruslah mencakup pemulihan sosial ekonomi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Meski Bank Dunia telah menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tahun 2022 akan pulih, masyarakat harus tetap berpikir inovatif dan membuat terobosan baru pasca pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin dalam pidato awal tahun 2022 yang bertema Peta Jalan Indonesia Maju. Pidato itu disiarkan di salah satu stasiun TV Nasional, Senin (3/1).

Menurut dia, pemulihan ekonomi pasca pandemi bukan semata dengan kenaikan angka PDB. Sebab, masih banyak warga Indonesia yang tertinggal akibat pandemi dan krisis ekonomi.

“Tidak hanya itu, masih banyak keluarga keluarga Indonesia tidak memiliki pendapatan layak. Masih banyak kaum muda yang tidak bekerja, jobless dan menganggur. Karena itu pengertian pemulihan ekonomi haruslah mencakup pemulihan sosial ekonomi,” kata Wakil Ketua DPR RI ini.

Pemulihan sosial ekonomi, dilanjutkan Gus Muhaimin, harus memuat tiga tujuan dan target. Pertama, menurunkan angka pengangguran yang masih tinggi di Indonesia. Terutama, di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah. Khusus DKI Jakarta, angka pengangguran meningkat menjadi 10 persen dibanding pada 2019 sebesar 6 persen.

“Saya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa lapangan kerja adalah kepentingan nasional. Semakin banyak warga bekerja semakin kuat kohesi sosial dan loyalitas untuk Indonesia kita. Karena itu saya mendesak keluasan dukungan pemerintah untuk orang orang muda, warga pencari kerja, pelatihan kerja dan bimbingan mencari lapangan kerja. Baik online maupun ofline di semua kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Bisa dimulai Jakarta, Jabar, Banten dan Jawa Tengah,” tegasnya.

Langkah kedua, lanjut Gus Muhaimin, pemulihan sosial ekonomi dapat dilakukan dengan menurunkan beban utang pemerintah. Saat ini rasio utang pemerintah, kata dia, memang masih aman. Akan tetapi beban bunga utang Indonesia masih sangatlah besar, sehingga menelan biaya APBN yang sangat tinggi.

“Dalam APBN 2022 direncanakan pembayaran utang pemerintah sebesar Rp 405 triliun lebih, terdiri dari bunga utang dalam negeri sebesar Rp 393 triliun, dan bunga utang luar negeri sebesar 12 triliun. Utang BUMN akan menjadi beban utang pemerintah karena pemerintah de facto dan de Jure adalah pemilik dan pemegang saham utama BUMN BUMN tersebut,” urai Gus Muhaimin.

Langkah ketiga, masih kata dia, pemulihan sosial ekonomi dapat dilakukan apabila jumlah keluarga dan warga miskin ekstrim serta kelompok warga negara yang betul betul tidak memiliki pendapatan dan daya beli bisa dibantu untuk bertahan hidup. Di Jawa Tengah misalnya. Ada lima daerah dengan angka kemiskinan ekstrim tinggi. Lima daerah itu adalah Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang.

Gus Muhaimin menjelaskan, pemerintah Jokowi sebetulnya telah menyadari soal ini dan meletakkan sebagai prioritas dengan ukuran keberhasilan pembangunan tahun 2022, yaitu menekan tingkat pengangguran menjadi 5,5 persen, hingga 6,3 persen. dengan kata lain yang utama dan terpenting harus dikejar dan dicapai pemerintah pada tahun 2022 adalah pertumbuhan dan pemulihan sektor riil sehingga warga memperoleh pekerjaan dan pendapatan.

“Oleh karena itu saya mendesak agar kemudahan dan percepatan kredit perbankan kepada semua usaha kecil UMKM harus dilakukan. BI dan pemerintah agar segera bergerak mendorong kredit perumahan, terutama kepada kelompok pekerja kaum milenial, serta seluruh warga yang tidak memiliki rumah sendiri,” tandasnya.

KEYWORD :

PKB Abdul Muhaimin Iskandar Gus Muhaimin ekonomi pidato awal tahun 2022 Peta Jalan Indonesia Ma




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :