Minggu, 19/04/2026 09:04 WIB

Kepala BKKBN Rekrut 200 Ribu Tim Pendamping Keluarga





Setiap desa akan didampingi oleh satu tim pendamping yang terdiri dari bidan, PKK, dan kader BKKBN.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo memberikan keterangan pers di Ruang Press Room BKKBN, Jakarta, Kamis (4/11).

JAKARTA, Jurnas.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan akan merekrut 200 ribu tim pendamping keluarga untuk mencegah stunting di Indonesia.

"Ini luar biasa, jumlahnya 200 ribu tim pendamping sehingga kami rekrut 600 ribu orang," kata Hasto saat memberikan keterangan persnya kepada awak media setelah melaunching Pendataan Keluarga (PK21) di Auditorium BKKBN, Jakarta, Kamis (4/11).

Ke depan, kata Hasto, setiap desa akan didampingi oleh satu tim pendamping yang terdiri dari bidan, PKK, dan kader BKKBN. Langkah ini dilakukan agar desa di daerah yang memiliki medan yang sulit akan mudah dijangkau.

"Setelah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dikeluarkan, kami diamantkan untuk membentuk tim pendamping keluarga, minimal satu desa satu tim. Bagi yang desanya besar bisa dua tim atau bahkan lebih," jelas Hasto.

Hasto mengatakan, BKKBN akan mulai melatih para pendamping November ini. Dia berharap pada akhir November pada pendamping tersebut sudah selesai dilatih dan mulai bekerja pada Januari tahun depan.

Hasto mengatakan, dari target 200 ribu tim, saat ini yang sudah terkumpul 98,21 persen atau sudah 196..424 tim. "Jadi sudah ada dalam genggaman. Ini harus dilatih dan harus selesai melatinya akhir November dan diharapkan mulai bekerja Januari," ujarnya.

Karena itu, Mantan Bupati Kulon Progo meminta agar para kepala daerah untuk dapat mengoptimalkan peran para pendamping untuk pengentasan stunting di wilayahnya.

"Kami berharap bapak ibu sekalian untuk mendukung agar tim pendamping kita itu diarahkan, dimiliki oleh bapak ibu gubernur, karena jumlahnya besar 200 ribu tim, 600 ribu personel," kata Hasto.

KEYWORD :

Pendamping Keluarga BKKBN Stunting




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :