Minggu, 18/11/2018 08:20 WIB

Bahasa Sederhana Hindarkan Anak Dari Trauma

Kehidupan anak-anak sangat rentan dengan trauma, seberapapun besarnya usaha orang tua atau guru untuk menjauhkan mereka dari hal tersebut

Ilustrasi anak-anak

Jakarta - Kehidupan anak-anak sangat rentan dengan trauma, seberapapun besarnya usaha orang tua atau guru untuk menjauhkan mereka dari hal tersebut. Oleh karena itu, sebagai gantinya, untuk melindungi anak-anak dari bahaya, kekerasan atau tragedi yang terjadi di sekitar kita, orang tua harus berbicara pada anak-anak mengenai apa yang tengah terjadi.

Memang tidak mudah, tetapi dengan menjadi orang tua yang proaktif dan mendiskusikan kesulitan peristiwa yang terjadi pada anak, sedikit banyak dapat membantu si anak merasa lebih aman.
Orang tua harus berusaha menghindari penyelesaian dengan cara pertikaian, begitu pun anak-anak harus diajarkan demikian.

Anak-anak yang masih rentan mendapatkan terhadap beragam pengaruh harus diajarkan kapan hal-hal menyedihkan dan menakutkan akan terjadi. Jika tidak, mereka akan salah paham dengan `diam`-nya orang tua. Pembicaraan mengenai kesulitan-kesulitan kepada anak akan memberi mereka pengetahuan dan dapat mensupport kehidupan pribadi anak.
Dilansir dari APA, berikut ini beberapa tips yang dapat orang tua lakukan ketika menghadapi anak.

#1 Pikirkan dulu apa yang harus dibicarakan kepada anak.
Hal ini dapat dilakukan dengan berlatih berbicara di depan cermin atau dengan orang lain.

#2 Cari waktu yang tenang
Misalnya, setelah jam makan malam atau makan siang, di mana anak-anak menjadi pusat perhatian orang tua.

#3 Cari tahu apa yang mereka ketahui
Seperti ada peristiwa penembakan di sekolah atau pengeboman di negara lain. Tanyakan pada mereka, ”Bagaimana pendapatmu tentang hal ini?” lalu dengarkan dan dengarkan apa yang dibicarakannya.

#4 Ceritakan perasaan Anda pada mereka
Dengan begitu mereka akan mengetahui bahwa meskipun Anda marah, Anda bisa mengendalikan situasi. Jadilah teladan bagi mereka. Ini juga dapat melatih emosional.

#5 Katakan yang sebenarnya
Kemas fakta sesuai dengan tingkat yang mereka pahami. Ada baiknya sesekali membahas kematian. Kematian bisa berarti tidak merasakan apapun, seperti lapar, haus, takut atau terluka, kita tidak bisa berjumpa lagi tetapi masih tersimpan dalam ingatan dan kenangan.

#6 Yakinkan kembali
Katakan kepada mereka bahwa orang tua mencintai dan akan berusaha maksimal untuk melindungi mereka. Hal ini akan menumbuhkan keyakinan mereka.

TAGS : Trauma Anak Parenting Tips




TERPOPULER :