Selasa, 25/06/2019 18:46 WIB

Kisah Kopi, Seduhan yang Lahir dari Tangan Nenek

Setiap secangkir kopi memiliki kisahnya masing-masing, demikian juga dengan Kisah Kopi 

Tren es kopi susu kian mendapat tempat bagi para pecinta kopi (Foto: Kisah Kopi)

Jakarta, Jurnas.com - Menyesap kopi sudah menjadi gaya hidup sendiri. Namun berbeda bagi mereka yang sudah jatuh cinta pada kopi. Mereka memiliki kisahnya sendiri-sendiri. Hal tersebut diungkapkan oleh pemilik kedai kopi Kisah Kopi, Rahmad Rizky.

Ditemui di kedai kopi Kisah Kopi, Jl Kendal No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rahmad Rizky mengaku ia bukan hanya pemilik bisnis kedai kopi Kisah Kopi, tetapi ia juga salah satu pecinta kopi dengan kisahnya sendiri.

Rizky begitu sapaan akrabnya, bercerita, bahwa kecintaannya terhadap kopi sudah terbangun sejak kecil. Di mana saat itu ia kerap diminta untuk menyeduhkan kopi kepada tamu-tamu yang datang ke rumahnya. 

"Kopi keluarga kami sangat khas. Robusta yang aku seduh (waktu itu), asli karya tangan nenekku, yang dipetik dari perkebunan sendiri di belakang rumah," cerita kelahiran Lampung itu.

Untuk soal penyeduhan, kata Rizky, ia belajar tidak hanya dari dalam dapur. Tetapi dari memperhatikan sang nenek, mulai dari cara memetik biji kopi hingga bagaimana cara menyeduhkan kopi untuk para tamu. 

"Bagaimana nenek menumbuk kopi secara tradisional, menambahkan beras kering saat menyangrai, dan mencampur rempah ke dalamnya," ujarnya.

Lebih lanjut, di mana Lampung yang menjadi salah satu daerah pengekspor kopi robusta terbesar di Indonesia, Rizky menuturkan bahwa robusta karya neneknya memiliki khas sendiri. Pasalnya, sang nenek memiliki keunikan bagaimana cara membuat kopi.  

Selain memiliki keunikan cara membuat kopi, Rizky juga menuturkan bahwa nenek tercintanya menilai kopi seperti sebuah etik dan estetika, bahkan semacam sesuatu yang luar biasa. "Berikanlah gelas pertama kopi kepada orang yang paling tua!" kata Rizky mengingat perkatan neneknya.

Dalam pikiran pria bertato ini pun masih terngingat pesan yang diberikan neneknya. "Bisa jadi kopi merupakan salah satu mahakarya Tuhan, kamu harus melestarikan dan memelihara kenikmatannya!" kata Rizky.

Maka dari itu, Rizky mencoba mewujudkan pesan neneknya itu. Dengan warisan racikan yang khas, Kisah Kopi siap manjakan lidah Anda sebagai pecinta kopi.

Tak hanya harganya yang terjangkau, kedai Kisah Kopi yang dekat dengan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat ini, bisa menjadi rekomendasi sebagai tempat singgah menunggu jadwal kereta. Bahkan, tempatnya yang Instagramable pun bisa menjadi tempat yang asik untuk hangout bareng teman-teman Anda.

TAGS : Kisah Kopi Gaya Hidup




TERPOPULER :