Jum'at, 13/12/2019 17:56 WIB

Pesawat Boeing 737 MAX 8 akan Beroperasi Setelah Upgrade Perangkat

Boeing 737 MAX 8 dan 9 akan tetap dilarang beroperasi paling lama seminggu 

Malaysia Airlines terparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur (Foto: Edgar Su/Reuters)

Washington - Legislator Amerika Serikat (AS) mengatakan telah melakukan pertemuan dengan para penjabat kepala Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada Kamis (14/3) waktu setempat.

Hasil dari pertemuan itu disimpulkan bahwa pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 9 akan tetap dilarang beroperasi paling lama seminggu hingga upgrade perangkat lunak dapat diuji dan dipasang disemua pesawat Boeing tersebut.

Administrator FAA Dan Elwell mengatakan kepada wartawan pada Rabu (13/3) pembaruan perangkat lunak sudah siap dalam beberapa bulan setelah kecelakaan fatal kedua pada 737 MAX 8 pada Oktober.

Sementara itu, Boeing menolak berkomentar banyak soal masa depan pesawat itu. Ia hanya mengatakan akan melakukan peningkatan perangkat lunak di seluruh armada 737 MAX dalam beberapa minggu mendatang.

Perwakilan Rick Larsen mengatakan setelah pertemuan itu, pembaruan perangkat lunak akan memakan waktu beberapa minggu untuk selesai dan pemasangan di semua pesawat akan memakan waktu setidaknya hingga April.

Larsen, Demokrat teratas pada subkomite penerbangan DPR, mengatakan terlepas dari kenyataan bahwa FAA adalah regulator utama terakhir yang mendaratkan pesawat, seluruh dunia sedang membutuhkan FAA memimpin upaya perbaikan dan membuat keputusan tentang ungrounding pesawat terbang.

Perwakilan ketua Komite Transportasi dan Infrastruktur Rumah, Peter DeFazio, mengatakan peningkatan perangkat lunak akan menghasilkan pesawat berperilaku lebih seperti versi 737 yang lebih lama.

Peningkatan ini akan merubah sistem perlindungan otomatis yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang menjadi sorotan dalam kecelakaan fatal Lion Air Oktober di Indonesia.

MCAS sendiri berfungsi untuk mencegah pesawat naik terlalu tinggi (angle of attack) dan mengalami stall. Fitur ini disebutkan belum banyak diketahui pilot. Boeing baru menjelaskan fitur ini setelah insiden Lion Air JT610.

DeFazio memgatakan, pembaruan akan mengkaji ulang jika ada perbedaan pendapat di antara sensor Angle of Attack (AoA).

Legislator mencatat belum ada insiden yang dikonfirmasi di 50.000 penerbangan Amerika Utara dengan 737 MAX 8 dan mempertanyakan apakah pelatihan operator di luar negeri adalah masalah. (Al Jazeera)

TAGS : Boeing 737 MAX Ethiopian Airlines Kotak Hitam




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :