Kamis, 21/03/2019 18:41 WIB

Duh, Prodi Keagamaan Sepi Peminat

Padahal dewasa ini kehidupan beragama di Indonesia makin kompleks, dan keterikatakan masyarakat pada nilai-nilai agama makin kuat

Kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII).

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyayangkan program studi (prodi) keagamaan minim peminat di perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI).

Padahal dewasa ini kehidupan beragama di Indonesia makin kompleks, dan keterikatakan masyarakat pada nilai-nilai agama makin kuat, sehingga membutuhkan sarjana-sarjana yang memiliki kompetensi tentang agama Islam.

“Saya optimistis agama makin memiliki urgensi sendiri. Orang makin terikat dengan nilai agama. Maka mestinya prodi keagamaan semakin diminati, tapi mengapa sebaliknya,” ujar Menag dalam peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (SPAN-UM PTKIN), pada Rabu (23/1) di Jakarta.

Di antara prodi yang minim peminat ialah prodi Filsafat dan Ilmu Hadis. Ilmu Hadis, khususnya menurut dia sangat dibutuhkan guna memberikan pemahaman secara utuh mengenai hadis yang beredar di tengah masyarakat.

“Sekarang khutbah keagamaan, dengan cara makian dan marah. Apakah betul Rasul melakukan itu? Apa Rasul marah-marah? Maka ilmu hadis menjadi penting agar pengalaman islam kita tidak tercerabut dari tauladan kita,” katanya.

"Ketika muncul kasus bendera tauhid harusnya di sana ahli ilmu hadis tampil. Maka mestinya prodi keislaman jadi sesuatu yg memiliki urgensi dan relevansi tinggi. Ini ada persoalan apa kenapa faktanya berbeda," imbuhnya.

Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Keagaman Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis), Prof. Dr. Arskal Salim tak menampik adanya tren penurunan pada prodi keagamaan.

Namun penurunan tersebut umumnya hanya terjadi pada jurusan ushuluddin, sebab prodi keagamaan lainnya di luar jurusan tersebut masih ramai diminati mahasiswa.

“Katakanlah jurusan guru madrasah, ekonomi syariah, hukum Islam, itu masih banyak diminati. Hanya saya kalau di ushuluddin seperti ilmu hadis kurang peminat,” terangnya.

TAGS : Prodi Keagamaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin




TERPOPULER :