Jum'at, 31/05/2024 01:30 WIB

Empat Imbauan Wamenag pasca Penembakan Kantor MUI

Empat Imbauan Wamenag pasca Penembakan Kantor MUI

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi (Foto: Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi memberikan empat imbauan menyusul peristiwa penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat pada 2 Mei 2023 lalu.

Kejadian tersebut mengakibatkan kaca kantor MUI pecah, serta menimbulkan korban luka. Adapun pelaku diduga orang yang sebelumnya mengakui sebagai nabi.

"Ini membuktikan bahwa pemahaman agama yang salah bisa menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa orang lain," pesan Wamenag di Jakarta, pada Kamis (4/5).

Untuk menghindari pemahaman keagamaan yang keliru, Wamenag mengimbau masyarakat untuk belajar agama kepada ulama atau orang yang memiliki otoritas keilmuan agama yang tinggi, serta bersanad atau silsilah keilmuan bersambung sampai kepada Rasulullah.

"Dalam belajar agama juga harus menggunakan metodologi belajar yang benar yaitu secara tersusun dan terstruktur untuk memperoleh ilmu agama," ujar dia.

Dijelaskan Wamenag, problematika masa kini adalah banyak orang yang memiliki semangat belajar agama tetapi mereka menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum. Hal itu terkadang justru bertentangan dengan kaidah-kaidah agama, sehingga mereka salah dalam memahami substansi ajaran agama.

"Sejatinya semua ajaran agama mengajarkan kasih sayang, persaudaraan dan perdamaian antarsesama umat manusia, bukan mengajarkan permusuhan, ancaman dan kekerasan yang menimbulkan mafsadat atau kerusakan bagi kehidupan umat manusia," jelas dia.

Imbauan kedua Wamenag ialah agar para ulama dan pemimpin agama terus menggelorakan moderasi beragama, yakni cara memahami ajaran agama secara moderat, tawasut, dan jalan tengah.

"Mari terus menghindari perilaku beragama yang ekstrim (tatharruf), berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam beragama (ghulluw). Sebab, hal tersebut dapat memunculkan sikap fanatisme, intoleransi, dan akuisme dalam beragama," sebut dia.

Ketiga, Wamenag meminta aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah, dan kantor serta tempat beraktivitas para pemimpin agama.

Terakhir, Wamenag mendukung Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk memfilter konten-konten yang bernuansa sentimen Suku, Antar golongan, Ras dan Agama (SARA), hoaks serta ujaran kebencian.

"Termasuk perlu difilter juga konten yang bersumber dari ajaran agama yang menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama yang dianut oleh mayoritas umat beragama," tutup dia.

KEYWORD :

Wakil Menteri Agama Wamenag Zainut Tauhid Penembakan Kantor MUI




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :