Senin, 09/12/2019 22:24 WIB

Habib Umar: Seluruh Kitab Suci untuk Perdamaian

Pada dasarnya seluruh kitab suci berisi ajakan untuk mewujudkan perdamaian dan mencegah terjadinya keretakan sosial.

Dialog Peradaban Antar Agama dihadiri Habib Umar

Jakarta - Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz meminta masyarakat tetap menjaga kerukunan antar umar beragama, di tengah perbedaan aspirasi politik jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, yang dinilai rentan memicu keretakan bangsa.

Karena, kata Habib Umar, pada dasarnya seluruh kitab suci berisi ajakan untuk mewujudkan perdamaian dan mencegah terjadinya keretakan sosial.

“Seluruh kitab suci yang diturunkan kepada para nabi untuk mewujudkan perdamaian, melalui perbaikan hati, dan akhlak manusia,” kata Habib Umar dalam acara dialog lintas agama bertajuk `Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusiaan`, pada Sabtu (13/10) di Hotel Arya Duta, Jakarta.

Kepada awak media, Habib Umar juga berpesan supaya antar penganut keyakinan beragama tak saling mengganggu. Hal itulah, menurutnya, selama ini menjadi penyebab timbulnya permusuhan.

“Semua agama telah bersepakat menjaga kerukunan, juga hak-hak mereka dalam hidup bertetangga. Bila mereka mengganggu keyakinan (agama, red) yang lain, berarti mereka telah mencederai agama mereka sendiri,” terang Habib Umar.

Imbauan Habib Umar diamini oleh Pendeta Martin Sinaga dan Bikku Dhammasubo. Masing-masing perwakilan Kristen Batak dan Budha tersebut menekankan, kitab suci yang berisi nilai perdamaian harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penting pula rasa sebagai titik masuk untuk melakukan dialog, dan kerja sama antar agama,” ujar Dhammasubo.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh Katolik senior, Romo Franz Magnis Suseno. Romo Magnis mengatakan, Indonesia merupakan contoh yang baik untuk kerukunan umat beragama.

“Selama puluhan tahun tinggal di Indonesia, saya belum pernah mengalami persekusi agama,” tutur Romo Magnis.

Dia juga berharap Pilpres tahun depan berjalan damai dan aman, serta tidak membawa unsur agama. Pasalnya, kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden berasal dari latar belakang orang beragama.

Dialog Lintas Agama diadakan oleh Majelis Muwashola Bainal Ulama,Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW).

Acara tersebut dihadiri oleh tokoh agama lintas keyakinan, antara lain Pendeta Martin Lukito Sinaga, Bikku Dammasubo Mahathera, Romo Franz Magnis, dan Habib Umar.

TAGS : Habib Umar Pilpres Kitab Suci




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :