Rabu, 14/11/2018 22:53 WIB

Klaster Inovasi Nilam Aceh Masuk Tahap Implementasi

Klaster Inovasi akan mempermudah identifikasi, pemantauan, dan evaluasi atas kegiatan ekonomi atau sentra produksi yang terikat dengan kerja sama dalam berbagai aspek industri dan kewilayahan.

Nilam Aceh (Foro: Steem It)

Jakarta - Klaster Inovasi (Klasinov) Nilam Aceh yang diinisiasi Direktorat Jenderal Penguatan inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada 2017 lalu, kini masuk tahap implementasi.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe mengatakan, Klaster Inovasi akan mempermudah identifikasi, pemantauan, dan evaluasi atas kegiatan ekonomi atau sentra produksi yang terikat dengan kerja sama dalam berbagai aspek industri dan kewilayahan.

“Klaster inovasi nilam Aceh merupakan sebuah model pendekatan untuk peningkatan ekonomi rakyat, mendorong kolaborasi dan sinergi pelaku inovasi khususnya untuk industri nilam di Aceh. Kami mendukung Perguruan Tinggi, Penmda, Dunia Usaha dan masyarakat untuk bersinergi membangun kembali kejayaan nilam Aceh. Perguruan Tinggi diharapkan berperan sebagai pusat keunggulan (center of excellent) dalam menghasilkan teknologi yang diperlukan oleh masyarakat," tutur Jumain kepada awak media di Jakarta, Senin (10/9).

Jumain menambahkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam cukup besar, salah satunya adalah nilam. Nilam merupakan bahan utama kosmetik yang memiliki daya jual tinggi.

Jumain menyebutkan pihaknya sudah menganggarkan teknologi untuk produk nilam di 2019. Pemda harus mendukung produk ini karena menjadi sumber pendapatan daerah. Petani nilam masih banyak yang miskin karena hanya menghasilkan produk mentah. Ke depan dengan teknologi inovasi yang dimiliki, nilam bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat Aceh.

Sementara itu Bupati Aceh Jaya, Tengku Irfan TB berharap agar petani bisa dibantu melalui teknologi penanaman, penyulingan dan kepastian pasar untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas minyak nilam rakyat.

“Penyakit pada tanaman nilam dan teknik penyulingan dengan kualitas rendah merupakan hambatan serius bagi masyarakat. Selain itu masyarakat juga perlu kepastian dan kestabilan harga” ujar Tengku Irfan.

Hal senada juga disampaikan oleh Zainal Arifin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Aceh. Menurutnya, nilam Aceh memiliki sejarah yang panjang sebagai komoditi ekspor yang sangat potensial.

“BI akan berkontribusi pada lini hulu hilir klaster inovasi Nilam Aceh," tutur Arifin.

Pada kesempatan sama Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah),  Syaifullah Muhammad  melaporkan sejauh ini telah banyak program awal yang dilaksanakan terkait Klasinov Nilam Aceh. Misalnya, Pemkab Aceh Jaya telah menetapkan 2 Ha lahan di Desa Seuneubok Padang kecamatan Teunom Aceh Jaya melalui Surat Keputusan Bupati sebagai pusat Klasinov Nilam Aceh.

TAGS : Inovasi Kemristekdikti Nilam Aceh




TERPOPULER :