Kamis, 15/11/2018 07:18 WIB

AS Dirikan Armada Baru Awasi Pergerakan Rusia

Sejak didirikan, Armada Kedua melakukan latihan militer dengan NATO, melatih dan mensertifikasi kapal dan awak untuk ditempatkan, memberikan bantuan kemanusiaan dan melakukan misi tanggap bencana.

Armada AS (foto: UPI)

Jakarta - Armada Kedua era Perang Dingin Angkatan Laut Amerika Serikat secara resmi didirikan kembali Sabtu (25/08) untuk berpatroli di Samudera Atlantik dan membantu menanggapi kemungkinan global ketika ketegangan dengan Rusia meningkat.

Armada Kedua akan diluncurkan kembali setelah dibuat pada Mei lalu, ketika para pejabat NATO dan AS mengatakan aktivitas kapal selam Rusia itu pada tingkat tertinggi sejak Perang Dingin.

Rusia baru-baru ini mengirim kapal mata-mata ke pantai timur Amerika Serikat dan negara itu mengumumkan rencana untuk mengembangkan pesawat tanpa awak bersenjata nuklir .

Armada Kedua, yang dibubarkan pada tahun 2011, akan menyediakan kapal, pesawat dan pasukan pendaratan Marinir untuk operasi di sepanjang pantai AS dan di Samudra Atlantik utara.

"Armada Kedua akan meningkatkan kapasitas kami untuk bermanuver dan bertempur di Atlantik, dan sebagai hasilnya, membantu mempertahankan keunggulan maritim Amerika yang akan mengarah pada keamanan, pengaruh dan kemakmuran bagi bangsa kita," kata Kepala Operasi Angkatan Laut Adm. John Richardson dilansir UPI.

"Namun, kami tidak akan hanya mengambil tempat kami tinggalkan. Kami akan secara agresif dan cepat membangun perintah ini ke dalam organisasi dengan kemampuan operasional," kata Lewis, wakik kepala operasi.

"Kami akan menantang asumsi kami, mengenali bias, belajar dan beradaptasi dari kegagalan sehingga berinovasi untuk membangun armada yang siap untuk bertarung. Siap untuk bertarung, jadi kami tidak perlu melakukannya."

Sejak didirikan, Armada Kedua melakukan latihan militer dengan NATO, melatih dan mensertifikasi kapal dan awak untuk ditempatkan, memberikan bantuan kemanusiaan dan melakukan misi tanggap bencana.

Armada juga mengawasi blokade Kuba selama Krisis Rudal Kuba, menyelamatkan orang Amerika di Grenada selama Operasi Urgent Fury pada bulan Oktober 1983 dan melatih serta mensertifikasi setengah armada AS untuk Operasi Desert Shield dan Desert Storm.

TAGS : Amerika Rusia Armada




TERPOPULER :