Senin, 24/09/2018 14:14 WIB

SDM Kunci Keberhasilan Sektor Pertanian

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono menyatakan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) adalah kunci keberhasilan sektor pertanian yang telah dicapai.

Sekretris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro usai menjadi menjadi inpektur upacara HUT ke-73 Kemenderkaan Indonesia (Foto: supi/jurnas.com)

Jakarta - Kemajuan pertanian tidak lepas dari peran besar para petani dan penyuluh. Bertepatan dengan HUT RI ke 73, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan Penghargaan Tingkat Nasional sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk meraka yang berada di garda depan sektor pertanian.

"Penghargaan tahunan ini dilakukan untuk mewujudkan pelaku utama dan pelaku usaha yang handal. Memberi motivasi dan memacu mereka agar mau dan lebih aktif dalam menjalankan fungsinya," kata Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iswantoro di acara Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional Bagi Pelaku Pembangunan Pertanian Tahun 2018 di kantor Pusat Kemetan, Jakarta, Jumat (17/8).

"Saya berharap agar mereka terus dibina dan bagi gapoktan berprestasi didorong untuk membentuk kelembagaan ekonomi petani, yang selanjutnya ditingkatkan menjadi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dalam bentuk Koperasi Tani atau perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh petani sehingga memberi dampak pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat perdesaan," tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono menyatakan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) adalah kunci keberhasilan sektor pertanian yang telah dicapai.

"Keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari keberhasilan kinerja Kementan dalam mewujudkan SDM pertanian sebagai pelaku utama yang professional, berkualitas, andal dan berdaya saing," katanya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian yang juga Penaggungjawab acara Siti Munifah menegaskan sektor pertanian mempunyai peranan strategis, selain sebagai penyedia pangan rakyat Indonesia, juga berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan baku industri, bio-energi, penyerapan tenaga kerja, sumber devisa negara, sumber pendapatan rakyat dan pelestarian lingkungan.

"Tantangan kita ke depan, dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang sekitar 1,49 persen, tentu membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar," kata Munifah.

"Semakin ketatnya persaingan ditingkat internasional, serta fenomena perubahan iklim menjadi tantangan lain yang harus dijawab oleh pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, tentu sangat terkait dengan kerja keras para penyuluh pertanian," sambungnya.

Sekedara diketahui, Untuk 2018 ini, sebanyak 27 orang atau kelompok yang dibagi dalam 7 kategori penerima penghargaan. Pemenang dipilih berdasarkan seleksi yang dilakukan melalui penilaian yang objektif, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan.

Kategori Petani berprestasi jatuh pada tiga orang yakni, I Wayan Padet dari Morowali, Sulawesi Tengah; Erwin dari Bima, NTB; dan Ujang Margana dari Bandung, Jabar. Sementara, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi dipilih tiga penerima penghargaan yakni Gapoktan Tani Mandiri Jawa Tengah/ Sukoharjo; Gapoktan Tigo Saiyo Sumatera Barat/Sijunjung; dan Gapoktan Sumber Rejeki Riau/Siak.

Untuk kategori Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi, penghargaan diterima oleh Koperasi Insan Mandiri Bonepantai Gorontalo/Bone Bolango; Koperasi Usaha Bersama Nusa Tenggara Barat/Lombok Barat; serta KSU Gapoktan Mada Rebu Nusa Tenggara Timur/Sikka. Lalu, Abdul Gias Sila, PNS dari Gorontalo/Gorontalo; Fahnida Ratna Maulidya, PNS dari Kalimantan Selatan/Hulu Sungai Utara; dan Achmad Arif Fauzi Karim Penyuluh Pertanian Swadaya dari Jawa Tengah/Magelang terpilih terpilih sebagai Penyuluh Pertanian Teladan.

Kategori Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi diberikan kepada BPP Jogoroto Jawa Timur/Jombang; BPP Banjarangkan Bali/Klungkung; dan BPP Palakka Sulawesi Selatan/Bone. Untuk Widyaiswara Berprestasi diberikan kepada Wasis Sarjono dari BBPP Batu, Jawa Timur; Siti Fuadah Chusna, dari BPP Jambi, Jambi; dan M. Issac Maulana, dari BBPP Batangkaluku, Sulawesi Selatan.

Kategori Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Berprestasi diberikan untuk 9 orang yang dibagi dalam tiga kelas: Kelas Pratama diberikan kepada Sirtanio dari Banyuwangi, Mekar Sari dari Subang, dan Tani Organik Merapi, Sleman.

Kelas Madya dianugerahkan kepada Agribisnis As-Salam Tasikmalaya, Bumi Alam Purba Lampung Timur, dan Langgang Jaya Pratama Aceh Besar. Lalu untuk Kelas Utama disematkan kepada Agro Jamur Jawa Tengah Banyumas, Mupu Amerta Bangli, dan Ikamaja Bagusantri Kota Banjar.

TAGS : Kementan petani teladan Syukur Iwantoro Momon Rusmono




TERPOPULER :