Minggu, 18/11/2018 12:49 WIB

Fahri: Pertemuan SBY-Prabowo, Jokowi KO

Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai sebagai pertanda kekalahan Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah

Jakarta - Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai sebagai pertanda kekalahan Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini, pertemuan kedua tokoh tersebut akan membuat kekalahan bagi Jokowi dalam arena Pilpres 2019 nanti. Menurutnya, inisiatif yang diambil SBY sebagai pertanda bahwa negara saat ini sedang mengalami keterpurukan.

"Pastilah (presiden Jokowi kalah), sebenarnya dalam pikiran saya itu tidak ada Pak Jokowi menang. Pertemuan (SBY dan Prabowo) tadi malam itu, (Presiden Jokowi) bisa KO," kata Fahri, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/7).

Apalagi, kata Fahri, gejolak yang terjadi di akar rumput atau masyarakat bawah sudah tidak menginginkan Jokowi memimpin Indonesia ke depan. Menurutnya, hal itu karena perekonomian masyarakat yang terus mengalami kesulitan.

"Ini bukan soal elitenya, tapi di bawah itu sudah tidak mau lagi Pak Jokowi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fahri menilai, pertemuan SBY dengan Prabowo itu juga akan mempengaruhi peta partai koalisi pendukung Jokowi. Menurutnya, enam partai pendukung Jokowi bakal berbalik arah.

"Saya agak yakin dari enam itu akan banyak yang pindah. Faktanya di level Pak Jokowi sendiri masih terpecah soal wakil dan itulah yang memungkinkan koalisinya bisa berubah. Jadi ini peluang pecahnya sangat dalam sekali," katanya.

Diketahui, Partai Demokrat dan Partai Gerindra sepakat membangun koalisi bersama dengan sejumlah partai dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, partainya bersama Gerindra memiliki kesamaan pandangan terhadap situasi dan kondisi bangsa saat ini.

"Dengan itu semua maka terbangunnya koalisi Gerindra dan Demokrat bersama partai lain, jalan menuju koalisi ini terbuka lebar," kata SBY, saat jumpa pers, di kediaman SBY, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7).

Kesepakatan koalisi pada Pilpres 2019, kata SBY, setelah mendiskusikan sejumlah perkembangan situasi nasional yang sedang dihadapi rakyat Indonesia saat ini.

"Kami membahas kemungkinan membangun koalisi Gerindra dan Demokrat dan partai-partai lain pada Pilpres 2019. Tentu kami tidak akan bicara koalisi sebelum bicara apa yang diharapkan rakyat," kata SBY.

TAGS : Pilpres 2019 Partai Demokrat Gerindra SBY Prabowo




TERPOPULER :