Senin, 19/11/2018 23:25 WIB

AS Bongkar Penyaluran Uang ke Iran

Jaringan itu dibongkar pada Mei. Pertukaran mata uang  menggunakan sistem keuangan UEA untuk mentransfer uang tunai dari Iran dan mengubahnya menjadi dolar AS.

Mata uang Iran (Foto: Raheb Homavandi/Reuters)

Dubai - Wakil Sekretaris untuk Terorisme dan Kecerdasan Finansial, Sigal Mandelker mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Uni Emirat Arab memutus jaringan yang menyalurkan dana jutaan dolar ke Iran.

"Kami bersama-sama mengganggu jaringan pertukaran mata uang yang mentransfer jutaan dolar ke Pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran," kata Wakil Sekretaris untuk Terorisme dan Kecerdasan Finansial, Sigal Mandelker, dilansir Reuters, Kamis (12/7).

Ia mengatakan, jaringan itu dibongkar pada Mei. Jaringan itu menggunakan pertukaran mata uang dengan sistem keuangan UEA untuk mentransfer uang tunai dari Iran dan mengubahnya menjadi dolar AS untuk digunakan oleh kelompok proxy yang didukung Iran di kawasan itu.

Mandelker menyebut jaringan itu didalangai pejabat senior bank sentral Iran. Ia memalsukan dokumen dan menyamarkan kesepakatannya di belakang perusahaan-perusahaan depan dan cangkang.

Meski begitu, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi itu. Pada awal Juni, bank sentral UEA mengumumkan membatasi operasi tujuh rumah pertukaran mata uang atas pelanggaran anti pencucian uang dan peraturan lainnya yang tidak ditentukan.

Bank sentral UEA dan kantor media pemerintah UAE belum menanggapi pertanyaan Mandelker, dan apakah tujuh rumah penukaran mata uang yang dikaui bank sentral ituterlibat.

Mandelker mengunjungi UAE setelah melakukan perjalanan serupa ke Arab Saudi dan Kuwait untuk memenangkan dukungan bagi upaya AS untuk menekan Iran, yang datang setelah Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari pakta Iran 2015.

Ia mengatakan pemerintah dan lembaga keuangan di Teluk bekerja sama erat dengan Amerika Serikat karena mereka setuju pada pengaruh maligna Teheran di wilayah tersebut.

Mandelker mengatakan Washington sedang berusaha untuk membatasi perdagangan Iran secara umum, tidak hanya penjualan minyak dan gasnya, yang menyediakan lebih dari setengah penerimaan ekspornya.

Tetapi Washington mungkin berjuang untuk mencapai pengurangan tajam bisnis Iran dengan UEA. Dubai secara tradisional berfungsi sebagai pusat ekspor ke Iran dan menerima investasi Iran dalam bisnis dan pasar real estatnya.

Ekspor UEA ke Iran mencapai USD19,9 miliar pada 2017, atau sekitar 5 persen dari produk domestik bruto UEA, menurut data Dana Moneter Internasional.

TAGS : Iran Amerika Serikat Uni Emirat Arab




TERPOPULER :