Senin, 20/08/2018 09:38 WIB

Saudi, Kuwait dan UEA Kucurkan 2,5 Miliar Dollar untuk Yordania

Serangan protes mengguncang Yordania menyangkut kondisi ekonomi terakhir negara itu dan tagihan pajak penghasilan yang kontroversial.

Raja Salman memerintahkan pembentukan kementerian kebudayaan baru (Foto: Reuters)

Riyadh – Pemerintah Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) kucurkan USD2,5 miliar untuk membantu krisis ekonomi Yordania menyusul gelombang protes terhadap tagihan pajak penghasilan yang kontroversial.

Uang tersebut meliputi deposit di bank pusat Yordania, pendanaan untuk menyokong anggaran negara selama lima tahun ke depan, jaminan Bank Dunia dan pendanaan proyek pembangunan, kata sebuah pernyataan dalam pertemuan yang digelar pada Senin seperti dilansir dari kantor berita resmi SPA.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul pertemuan yang diperintahkan oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz di Mekkah untuk mendiskusikan krisis ekonomi Yordania setelah gelombang demonstrasi yang memprotes kondisi ekonomi dan tagihan pajak penghasilan yang disetujui pemerintah bulan lalu.

Protes tersebut telah memaksa Perdana Menteri Hani al-Mulki untuk mengundurkan diri dari jabatannya, sehingga Raja Yordania menunjuk Menteri Pendidikan Omar al-Razzaz untuk memimpin pemerintahan baru.

Amman baru-baru ini meningkatkan harga listrik bersubsidi untuk kelima kalinya dalam tahun ini, berujung kepada ketidakpuasan yang semakin besar.

Amman juga mengumumkan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi sebelum dengan cepat membalik kebijakan ini menyusul protes.

Berdasarkan data resmi, anggaran Yordania untuk tahun ini mengalami defisit finansial sekitar USD 1,753 miliar. (aa)

TAGS : Yordania Arab Saudi negara Teluk ekonomi




TERPOPULER :