Rabu, 26/09/2018 15:24 WIB

Target Penurunan Angka Kematian Ibu Belum Terealisasi

Kematian ibu bukan hanya merupakan persoalan emosional karena ditinggalkan oleh satu anggota keluarga, tetapi berdampak pada kondisi bayi

Ilustrasi ibu hamil

Jakarta – Sekretaris Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Dewi Yunu Muliati mengatakan, target penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) 102 per 100.000 kelahiran hidup belum tercapai.

Padahal menurutnya, kematian ibu bukan hanya merupakan persoalan emosional karena ditinggalkan oleh satu anggota keluarga, tetapi berdampak pada kondisi bayi, keluarga, dan masyarakat.

“Fakta menunjukkan sekitar 50% dari bayi yang ditinggalkan ibu akan meninggal sebelum ulang tahun pertama. Anak yang ditinggalkan sebagian juga akan mengalami gangguan tumbuh kembang akibat tidak mendapatkan perawatan, pengasuhan dan pendidikan awal dari ibu,” terang Dewi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (17/4).

Dewi memaparkan, Target Pembangunan Jangka Panjang (Sustainable Development Goals/SDGs) menargetkan terjadi penurunan AKI secara global, yakni 70 kematian per 100,000 kelahiran hidup per 2030 nanti.

Selain itu, juga dicanangkan bahwa pada 2030 terdapat akses menyeluruh pada pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual, termasuk program keluarga berencana, informasi dan pendidikan serta pengintegrasian kesehatan reproduksi dalam program dan strategi nasional setiap negara.

Berdasarkan keterangan Dewi, penyebab kematian ibu didasari dua hal, yaitu dari sisi masyarakat dan sisi pelayanan.  Dari sisi fasilitas pelayanan, indikatornya menunjukan angka yang semakin baik. Terlihat dari meningkatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan persentase 84,78% pada 2010, meningkat menjadi 90,88% pada 2013, namun menurun menjadi 88,55% pada tahun 2015.

“Pemeriksaan kehamilan sebanyak empat kali juga cenderung meningkat dari 86,85 % pada 2012 menjadi 87,48% pada 2015,” terangnya.

Sementara dari sisi masyarakat, penurunan AKI membutuhkan peran aktif masyarakat, yakni swasta, dunia usaha, organisasi perempuan, tim penggerak PKK, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan media massa.

“Dalam hal ini, laki – laki juga berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI. Perlu adanya pemahaman, sikap kepedulian serta kemampuan bagi laki – laki untuk berperan dan mengatasi masalah terkait kehamilan dan persalinan,” jelas Dewi.

TAGS : Angka Kematian Ibu KPPPA Perempuan Anak




TERPOPULER :