Kamis, 23/11/2017 08:58 WIB

Amerika Buka Arsip G30S PKI, Panglima TNI: Tanya BIN

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku belum mengetahui dokumen rahasia yang dipublikasikan Amerika Serikat terkait PKI, tentang tentara, dan pembantaian massal pada 30 September 1965.

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku belum mengetahui dokumen rahasia yang dipublikasikan Amerika Serikat terkait Partai Komunis Indonesia (PKI), tentang tentara, dan pembantaian massal pada 30 September 1965.

Gatot mengatakan, hingga saat ini belum mengetahui soal dokumen rahasia yang dibuka Amerika tersebut. Untuk itu, ia menyerahkan kepada Badan Intelijen Negara (BIN).

"Di negara lain itu ada aturan setelah disimpan sekian tahun itu biasa aja, aturan negara beda-beda. Tapi saya belum tahu, tanya sama BIN," kata Gatot, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/10).

Gatot enggan berkomentar lebih jauh terkait dokumen rahasi itu. "Saya belum baca, mau komentar gimana. Saya baca dulu," tegasnya.

Diketahui, Pusat Deklasifikasi Nasional (NDC), bagian dari Badan Administrasi Rekaman dan Arsip Nasional AS (NARA), mempublikasikan arsip-arsip rahasia "Jakarta Embassy Files" yang dibuat dalam periode 1964-1968.

Arsip ini diproduksi oleh Kedutaan Besar AS yang berkedudukan di Jakarta. Dalam periode ini, ada dua duta besar AS yang pernah bertugas, Howard P. Jones (1958-1965) dan Marshall Green (1965-1969).

Menurut Arsip Keamanan Nasional dari George Washington University, yang mengunggah dokumen terbaru hari ini, pemerintah AS mengetahui secara rinci soal peran Angkatan Darat Indonesia melakukan kampanye pembantaian massal terhadap PKI sejak 1965.

"Dokumen baru ini juga menggambarkan para diplomat dari Kedubes AS di Jakarta menyimpan catatan eksekusi mati pemimpin PKI, dan pejabat-pejabat AS mendukung secara aktif upaya Angkatan Darat Indonesia menghabisi gerakan buruh sayap kiri," demikian rilis Arsip Keamanan Nasional.

TAGS : Panglima TNI PKI Amerika Dokumen Rahasia




TERPOPULER :