Sabtu, 21/10/2017 15:38 WIB

Internasional

Rusia Sumbangkan Ribuan Senjata dan Amunisi ke Filipina

Pemerintah Rusia dikabarkan akan menyumbangkan ribuan senjata ke Filipina

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

Jakarta - Pemerintah Rusia dikabarkan akan menyumbangkan ribuan senjata ke Filipina untuk membantu perang negara Asia Tenggara melawan pejuang negara pro-Islam (ISIS, Red).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan sekitar 5.000 senapan serbu Kalashnikov dalam kesepakatan tersebut, yang berarti militernya tidak lagi harus menggunakan senjata bekas.

Dalam pengumuman, ia mengatakan negara tersebut perlu memperkuat persenjataannya karena militan dapat berkumpul kembali dan menyerang di mana saja dan kapan saja para musuhnya.

Senapan tersebut lengkap dengan jutaan butir amunisi dan puluhan truk tentara. Dalam pidatonya kepada tentara, Presiden Duterte mengungkapkan pemerintah Rusia ingin merahasiakan donasi tersebut.

Hadiah dari Moskow tersebut menyusul sumbangan China sekitar 6.000 senapan serbu dan 100 senapan sniper, karena Duterte berusaha untuk membentuk kemitraan dengan negara-negara penghasil senjata.

 

Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan, senjata tersebut akan tiba akhir bulan ini ketika menteri pertahanan Rusia mengunjungi negara tersebut.

Duterte mengatakan, militer harus diperlengkapi senjata dengan baik untuk menangani loyalis Negara Islam yang mendirikan pijakan di wilayah Mindanao di selatan.

Untuk diketahui, meski Duterte sudah mengumumkan keinginan Moskow menyumbangkan senjata dan amunisinya, namun Kedutaan Rusia sendiri menolak untuk mengomentari pengumuman Duterte.

 

TAGS : Rusia Filipina Duterte ISIS




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...